>

Restrukturisasi UMKM Rp470 Triliun, Pendapatan Himbara Tergerus! Erick Thohir: Agar Performance Meningkat

  Sabtu, 12 Desember 2020   Aini Tartinia
[ilustrasi] Perajin pembuat pipa rokok dari tulang sapi di Pasir Tukul, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (10/12/2020). Pipa rokok tersebut dibuat dengan ukuran dan motif yang beragam dengan harga mulai dari Rp35.000. (AyoBandung.com/Ariel Teguh Nurahman/Magang)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Menteri BUMN, Erick Thohir, menyebut keberpihakan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) tak hanya sekadar lip service. Ia menjelaskan, pihaknya tak tanggung-tanggung memberi sejumlah bantuan finansial bagi para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Salah satunya, kata Erick, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memberikan restrukturisasi bunga dan pinjaman pokok hampir Rp470 ribu triliun. Hal ini merupakan upaya bantuan yang harus dilakukan demi meningkatkan performance UMKM.

AYO BACA : Testimonial Pemilik Pertama Yamaha GEAR 125, Menang Banyak!

“Jadi, jangan kaget ininya (pendapatan Himbara) tergerus, tapi kan ini penugasan yang harus kita tolong,” ujar Erick dalam webinar Shopee, Sabtu (12/12/2020).

Selain itu, pemerintah juga membentuk program bantuan usaha bagi pengusaha mikro dengan anggaran hingga Rp26,4 triliun bagi 13,9 juta peserta dengan besaran hibah langsung 2,4 juta untuk membantu meningkatkan skala bisnis dari UMKM tersebut.

AYO BACA : Nama Baru Bank Syariah Hasil Merger, Bank Syariah Indonesia Bakal Ada 10 Direksi

Upaya lainnya, Kementerian BUMN juga bersinergi dengan Kementerian Koperasi UKM (Kemenkop UKM), serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk Sarinah, yakni mencoba mengganti strategi bahwa 80% produk yang dipasarkan Sarinah adalah merek Indonesia.

“Kami juga menjadi trading house sebagai retailer, minta dukungan coaching, lab atau kurator dari Kemenparekraf, kami sudah buka jalur dengan internasional yang kemarin kita bekerjasama dengan Louvre, salah satu pemain butik shop di 200 negara” ungkapnya.

Erick juga mengatakan, saat ini pemerintah melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa untuk perusahaan BUMN melalui program pasar digital (PaDi) UMKM. Dalam Padi UMKM ini pemerintah melibatkan 9 perusahan BUMN seperti Telkom untuk delapan jenis pengadaan.

“Alhamdullilah, itu sudah berjalan dan kita akan terus tingkatkan secara bertahap. Tahun depan (ditargetkan) untuk seluruh BUMN yang jumlahnya 41,” ucapnya.

Diketahui, realisasi anggaran PEN sampai Rabu 2 Desember 2020 sudah mencapai Rp440,03 triliun atau setara 63,1% dari total pagu sebesar Rp695,2 triliun. Penyerapan anggaran berangsur naik setelah sebelumnya, sampai 2 November 2020, baru mencapai Rp366,86 triliun atau 52,8%.

AYO BACA : PNM Nilai Holding Bersama BRI & Pegadaian Datangkan Benefit Pendanaan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar