>

Kasus Covid-19 Kota Bogor Tak Kunjung Membaik, Ini Pesan dari Danrem Suryakancana

  Selasa, 15 Desember 2020   Husnul Khatimah
Danrem 061 Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0606 Suryakancana/ dok

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM -  Memulai tugasnya sebagai Danrem 061 Suryakancana sejak dua pekan lalu, Brigjen TNI Achmad Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0606 Suryakancana, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Senin (15/12/2020).

Pada kunjungan kerjanya ini, selain memberikan pengarahan, Danrem bersama Dandim 0606 SK Roby Bulan, Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser dan tak ketinggalan Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan penanaman pohon di halaman Makodim. 

AYO BACA : Dinas Parekraf DKI Jakarta Imbau Pengelola Usaha Pariwisata Sortir Tamu Jelang Tahun Baru

"Kami Forkompinda memberikan pengarahan kepada Danramil dan Babinsa 0606 Kota Bogor agar sama-sama mengingatkan masyarakat tentang Protokol Kesehatan," ujar Brigjen TNI, Achmad Fauzi, Selasa (15/13/2020).

Dia mengatakan, selama beberapa pekan ini, kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Barat tertinggi se-Indonesia dan di Kota Bogor kasusnya terus naik. Untuk itu, ia mengingatkan protokol kesehatan (prokes) yang berlaku yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengukur suhu hingga menghindari kerumunan harus terus dijalankan. 

AYO BACA : 58 Restoran di Jakarta Selatan Langgar PSBB Transisi!

"Wali Kota juga mendukung karena ini saatnya kerja sama-sama mulai dari Satpol PP, Babinsa, Danramil, Bhabinkamtibmas, sampaikan aturannya dan kami nanti akan terjun langsung ke lapangan," tegasnya.

Ia menuturkan, di Desember ini juga pihaknya turun membantu masyarakat yang terkena bencana di beberapa daerah. Sebut saja di Kota Bogor, Cijeruk Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penanganan Natal dan Tahun Baru. Pasalnya liburan dan hiburan menjadi tempat terbesar naiknya kurva Covid-19. 

"Kalau bisa masyarakat jauhi kerumunan, dikurangi jangan terlalu sering ke mal, patuhi 3M, Covid-19 itu nyata, vaksin juga belum dibagikan dan vaksin ada batas umur tidak bisa di bawah 18 tahun dan diatas 59 tahun," katanya.

AYO BACA : 126 Gedung di Jakarta Ajukan Izin Acara Resepsi, Disparekraf DKI Baru Setujui 88 Gedung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar