>

Serangan Siber Meningkat Saat Pandemi

  Rabu, 16 Desember 2020   Fitria Rahmawati
Ilustrasi keamanan siber. [Gerd Altmann/Pixabay]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan temuan serangan siber sepanjang tahun ini. Hingga November 2020 terdapat sebanyak 423 juta kali serangan siber yang menyasar Indonesia. Serangan tersebut terbagi dalam dua sifat yaitu serangan sosial dan teknis.

Kepala BSSN, Hinsa Siburian menjelaskan, serangan sosial berupa upaya mempengaruhi manusia pada dan melalui ruang siber dan cenderung berkaitan erat dengan perang politik, perang informasi, perang psikologi, dan propaganda.

Sementara, kata dia, serangan teknis lebih ditujukan menyerang jaringan logika melalui berbagi metode untuk mendapatkan akses ilegal, mencuri informasi, atau memasukkan malware yang bisa merusak jaringan fisik dan persona siber (pengguna internet). 

Menanggapi hal itu, peneliti Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Ibnu Dwi Cahyo mengatakan, serangan siber tiap tahun ke tahun memang selalu meningkat. Hanya saja, saat pandemi di mana mayoritas warga melakukan pekerjaan dari rumah, menyebabkan serangan kian masif.

AYO BACA : Pemred Liputan6.com Kecam Keras Akun Palsu yang Lakukan Doxing Jurnalisnya

"Naiknya tinggi dari tahun kemarin wajar bukan berarti enggak waspada tapi karena selama Covid-19 banyak kegiatan beralih di rumah," kata  pada Republika, Selasa (15/12/2020).

Ibnu menjelaskan, serangan siber rentan terjadi saat para pegawai kerja di rumah, kafe atau warnet. Mereka mengakses sistem kantor dari luar dimana bisa jadi jaringannya tidak aman.

"Jaringan tidak aman, tapi sayangnya para pegawai enggak dibekali peralatan dan pelatihan mereka biar aman ngakses sistem kantor dari luar. Ini nambah resiko peretasan. username dan password bisa dijebol," ujar Ibnu.

Ibnu menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk keamanan siber. Ia menyebut perusahaan di negara maju habiskan anggaran lebih banyak untuk keamanan siber di 2020 hingga 25%.

"Mereka sadar mengalihkan pegawai ke rumah. Perlu tambah firewall, kasih VPN. Di Indonesia enggak ada begini jadi resiko serangan nambah banyak. Apalagi yang mencurigakan karena senyap," ucap Ibnu.

AYO BACA : Kekerasan Jurnalis: Wartawan Demas Laira Tewas Diduga Dibunuh, AMSI Desak Polisi Usut Tuntas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar