--> -->

Politikus PAN DPR Sebut Kebijakan Tes Antigen Covid-19 Memberatkan Masyarakat

  Jumat, 18 Desember 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi tes deteksi corona di Bandara Soetta/ instagram

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kebijakan pemerintah memberlakukan tes antigen covid-19 untuk keluar masuk wilayah DKI Jakarta dirasa memberatkan masyarakat. Itu dikemukakam Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay.

Saleh mengatakan, mobilitas warga sebenarnya untuk kebutuhan bekerja. Sedangkan, tes antigen sendiri memerlukan biaya yang tak sedikit. Pekerja yang harus keluar-masuk Jakarta tak semuanya memiliki keuangan yang mumpuni untuk melakukan kebijakan tersebut.

AYO BACA : Mulai Hari Ini hingga 8 Januari Jadwal Operasional Transjakarta Berubah! Catat Jamnya

"Masalahnya, tidak semua masyarakat yang keluar masuk Jakarta itu memiliki uang yang cukup. Ada banyak juga di antaranya yang keluar masuk Jakarta justru untuk bekerja. Banyak di antaranya adalah pekerja yang gajinya terbatas. Nah, kalau mereka diwajibkan rapid antigen, itu akan menyulitkan mereka," kata Saleh saat dihubungi, Jumat (18/12/2020).

"Rapid antigen itu kan tidak murah. Rata-rata harganya di atas Rp250 ribu. Ini tentu tidak mudah bagi mereka yang uangnya terbatas," sambung Saleh.

AYO BACA : Soal Swab Antigen, PT KAI Masih Menunggu dari Pemerintah

Meski dmeikian, Saleh sepakat upaya menekan angka penularan Covid-19 DKI Jakarta perlu dilaksanakan. Hanya saja, pemerintah harus memikirkan solusi jangka panjang menangani wabah dengan cara yang lebih bijak dengan tidak membebani keuangan di tengah pandemi.

"Ini yang dilematis. Kalau disubsidi, apakah anggaran pemprov DKI cukup? Kalau tidak cukup, lalu bagaimana menerapkan aturan tersebut," kata Saleh.

Saleh mengingatkan bahwa aturan dapat berlaku efektif jika aturan tersebut memang secara rasional dapat dilaksanakan. Tetapi, kalau justru berdampak mebebankan masyarakat maka perlu dipertimbangkan ulang.

"Jika ada yang keberatan, tentu aturan tersebut perlu ditinjau lagi. Ditinjau untuk mencari solusi agar bisa diberlakukan secara efektif," ujar Saleh.

AYO BACA : Layani Swab PCR, Air Asia Beri Harga Mulai Rp700 Ribu, Tes Antigen Mulai Rp 150 Ribu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar