>

Geliat Pariwisata Banyuwangi, Bangkit di Tengah Pandemi

  Minggu, 20 Desember 2020   Husnul Khatimah
Objek wisata Kawah Ijen (Ayojakarta/Husnul Khatimah)

BANYUWANGI, AYOJAKARTA.COM -- Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata favorit pelancong tanah air maupun mancanegara. Tak heran daerah tersebut memiliki objek wisata yang lengkap mulai dari wisata laut hingga pemandangan kawah nan indah.

Pada masa pandemi, wisata Banyuwangi kembali dibuka atas arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memulihkan ekonomi nasional. Syaratnya setiap destinasi wisata wajib menerapkan protokol kesehatan.

Dibukanya kembali objek wisata di Kabupaten Banyuwangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat merupakan bagian gerakan Indonesia Care dengan penerapan Cleanliness, Health, Safety & Envitonment (CHSE).

Ayojakarta.com berkesempatan melihat lansung pelaksanaan CHSE di sejumlah wisata Banyuwangi dengan melakukan perjalanan pada 10 hingga 13 Desember.

Hari pertama di Banyuwangi, tim mengunjungi D'djawatan yang merupakan kawasan hutan dengan peamandangan yang eksotis. Setiba di lokasi, pengunjung diarahkan untuk antre cuci tangan, cek suhu tubuh dan memakai masker selama di lokasi.

Banyak spot foto menakjubkan di hutan D'djawatan bahkan sangat cocok untuk dijadikan sebagai lokasi pemotretan preweding. Selama berada di hutan, pengunjung diharapkan untuk sadar selalu menjaga jarak agar tak ada kerumunan.

Selanjutnya tim bergerak ke destinasi wisata lainnya yakni Pantai Boom. Pantai yang merupakan pelabuhan ini menawarkan spot foto instagramable seperti pemandangan jembatan pinggir pantai beronamen besi disisi atasnya.

 

Sama dengan D'djawatan, Pantai Boom menyediakan fasilitas tempat cuci tangan dan cek suhu tubuh.

Hari kedua, tim mengunjungi objek  wisata ikonik di Banyuwangi yakni kawah Ijen. Tim Tiba di pos pendakian sekira pukul 02.00 WIB. Meski masih dini hari petugas wisata tak kendor memeriksa suhu tubuh pendaki dan mengajak untuk mencuci tangan.

Perjalanan dari pos pendakian dimulai pukul 03.00 WIB dan tiba di kawah sekitar pukul 05.00 WIB. Selama di pendakian dan di kawasan kawah wisatawan diwajibkan memakai masker selain karena mencegah Covid-19 juga untuk menghindari bau belerang.

Kawah Ijen menjadi spot foto favorit banyak pengguna media sosial, sebab pemandangan kawah berwarna hijau memang sangat menakjubkan. Beruntung saat tiba di kawasan kawah cuaca terbilang cerah sehingga tim dapat menikmati indah pesona kawah yang terleletak diperbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini.

Setelah turun dari Kawah Ijen, tim melanjutkan perjalanan pada siang hari menuju Taman Nasional Baluran. Taman ini terkenal dengan pemandangan padang rumput yang luas.

Salah satu yang ikonik di Taman Baluran adalah pohon yang disebut oleh pengunjung pohon raisa. Pohon sebatang kara di tengah rerumputan ini sempat menjadi lokasi rekaman video klip penyanyi Raisa Adriana dengan judul jatuh hati.

Hari ketiga, tim mengunjungi wisata pulau yang ada disekitar Banyuwangi yakni Pulau Tabuhan dan Menjangan. Tim yang akan menyeberang ke pulau langsung dicek suhu tubuh, diarahkan cuci tangan dan diminta tidak melepas masker serta selalu jaga jarak.

Pulau tabuhan menawarkan keindahan air laut yang jernih dan lokasi selam atau snorkeling. Tim melakukan snorkeling di Pulau Menjangan yang secara administratif masuk ke wilayah Bali namun hanya berjarak sekira 1 jam dari Banyuwangi.

Pulau menjangan terkenal dengan keindahan biota bawah laut dan hamparan karang yang menakjubkan. Selain snorkeling pulau ini juga menjadi favorit untuk melakukan wall diving menyusuri gua karang.

Selama di Banyuwangi, tim menginap di Hotel Kokoon. Penerapan protokol kesehatan di hotel ini juga ketat. Pengunjung akan diperiksa suhu tubuh dan cuci tangan sebelum dipersilakan untuk check-in.

Semua fasilitas pada hotel dilengkapi hand sanitizer dan penanda jaga jarak. Restoran hotel juga mengupayakan agar makanan tak terpapar virus.

Di Banyuwangi, tim juga berkesempatan mendatangi sejumlah rumah makan yakni restoran Panorama dan Srengenge Wetan. Tak kalah dengan objek wisata di Banyuwangi, kedua restoran ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pengunjung restoran diwajibkan antre jaga jarak untuk mencuci tangan sebelum memasuki restoran. Tak lupa pula petugas akan mengecek suhu tubuh setiap pengunjung yang datang. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar