Ada Pembangunan MRT Fase 2A, Rekayasa Lalin Dilakukan hingga Maret 2021! Simak Perubahannya!

  Senin, 21 Desember 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi MRT Jakarta/ Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A paket kontrak 201 (CP201) Bundaran HI - Harmoni masih terus berlangsung. Cakupannya, pembangunan terowongan bawah tanah sepanjang 2.677 meter mulai dari Bundaran HI (HI) hingga Harmoni, Jakarta Pusat. Pembangunan tersebut meliputi pembangunan dua stasiun yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Muhamad Kamaluddin mengatakan, sejak 24 Juli lalu Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Jalan MH Thamrin telah diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas (lalin) selama masa konstruksi.

"Selanjutnya, PT MRT Jakarta bersama Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana akan melakukan penataan lalu lintas untuk pekerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan persiapan pekerjaan tunneling," ujar Muhamad, dilansir dari beritajakarta.id, Senin (21/12/2020).

Adapun detail rekayasa lalu lintas konstruksi Stasiun Thamrin MRT Jakarta yaitu:

Periode 19 Desember 2020 – 10 Februari 2021, rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:

a. Pelayanan halte eksisting TransJakarta Bank Indonesia (BI) akan dipindahkan ke halte sementara pada jalur pejalan kaki di depan Gedung Bank Indonesia (arah Kota) dan ke halte sementara TransJakarta pada jalur pejalan kaki di depan area Thamrin 10 (arah Blok M).

b. Jalan M.H Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan gedung BPPT hingga gedung Bank Indonesia, dan Jalan M.H Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan gedung Kementerian ESDM hingga Thamrin 10, yang semula terdiri dari 5 lajur kendaraan reguler dan 1 jalur khusus TransJakarta (5+1), berubah menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan reguler (4+1).

AYO BACA : Ada Proyek MRT Thamrin, Halte Tj Sementara Bank Indonesia Mulai Beroperasi

c. Pekerjaan yang dilakukan adalah pembongkaran median tengah eksisting, relokasi sementara Menara Jam Thamrin dan perkerasan beton untuk area kerja median tengah.

 
Periode 11 Februari 2021 – 31 Maret 2021, rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:

a.Jalan MH Thamrin sisi barat (arah Kota) mulai dari depan BPPT hingga halte sementara Transjakarta Bank Indonesia, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta (4+1), dibagi dua menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Sisi kiri median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan reguler (2+1), serta sisi kanan median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular.

b.Jalan MH Thamrin sisi timur (arah Blok M) mulai dari depan Kementerian ESDM hingga halte sementara TransJakarta Thamrin 10 tetap dengan konfigurasi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur Transjakarta dan kendaraan reguler (4+1).
 

Rekayasa lalu lintas persiapan pekerjaan tunneling CP201 MRT Jakarta Fase 2A Periode 19 Desember – 6 Februari 2021, rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:

a. Jalan MH Thamrin sisi barat setelah Proyek Indonesia One, yang semula terdiri dari 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta (4+1), dibagi 2 menjadi sisi kiri median tengah dan sisi kanan median tengah. Sisi kiri median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan sisi kanan median tengah menjadi 2 lajur kendaraan regular dan 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan regular (2+1).

b. Mulai dari Lippo Thamrin hingga Menara Topas kembali menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta (4+1).

AYO BACA : MRT Batasi Jam Operasional hingga Pukul 8 Malam

c. Tidak terjadi perubahan lajur pada Jalan MH Thamrin sisi timur.

d. Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan perbaikan tanah (soil improvement) untuk mendukung pekerjaan peluncuran mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine) di Jalan MH Thamrin sisi barat, serta pembersihan dan perkerasan jalan median tengah.

 

Periode 7 Februari 2021 – 24 Maret 2021, rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:

a. Jalan MH Thamrin sisi barat setelah Proyek Indonesia One berubah dengan konfigurasi sisi kiri median tengah menjadi 3 lajur kendaraan regular, dan sisi kanan median tengah menjadi 1 lajur kendaraan regular serta 1 lajur campur (mixed traffic) antara lajur TransJakarta dan kendaraan reguler (1+1).

b. Mulai dari Lippo Thamrin hingga Menara Topas kembali menjadi 4 lajur kendaraan regular dan 1 lajur Transjakarta (4+1).

c. Tidak terjadi perubahan lajur pada Jalan MH Thamrin sisi timur.

d. Pekerjaan yang dilakukan adalah persiapan pekerjaan tunneling (sisi timur).

AYO BACA : Pendapatan Tiket Menurun, MRT Jakarta Genjot Penghasilan Dari Sektor Lain hingga Raup Rp 370 Miliar

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar