>

Manfaatkan Penjualan Online di Tengah Pandemi, Penjualan Sepatu Aero Melesat

  Senin, 21 Desember 2020   Budi Cahyono
Aditya Caesarico (kanan) bersama ayahnya Kustaman menunjukkan seri Aerostreet Tiger 2D Cartoon yang laku terjual 2.880 pasang hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. (Ayojakarta/Budi Cahyono)

KLATEN, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 berdampak besar pada semua sektor, salah satunya di sektor perekonomian. Beragam usaha gulung tikar diterjang pandemi Covid-19.

Bagi Aditya Caesarico, pandemi Covid-19 memberikan hikmah tersendiri untuk bangkit dari keterpurukan. Dia merupakan pemilik brand sepatu lokal Aero Street yang berada di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Rico, sapaan karibnya, mengakui pada awal pandemi permintaan sepatu produksinya anjlok. Sebelum pandemi, dia hanya memroduksi khusus sepatu sekolah. Selain itu, pabriknya hanya distributor sepatu merek lain.

“Selama pandemi, sekolah diliburkan dan hanya pembelajaran jarak jauh. Jadi saya harus berpikir strategi yang baru untuk mendongkrak penjualan Aero di pasar sepatu lokal,” terang Rico saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/12/2020).

AYO BACA : Bidik Eksekutif Muda, Sepatu Kulit Asli Indonesia Ini Diminati Dubes hingga Laris di Tengah Pandemi

Dia menuturkan, pada 2015 Rico memberanikan untuk mendirikan pabrik di daerah Klaten. Lalu, sampai Tahun 2020 pada bulan April, penjualan di pasar offline mengalami anjlok hingga 90 persen.

Dengan keadaan itu, dia masih tetap mempertahankan karyawan yang bekerja dengan total 1.400 orang dan tidak ada satu  pun yang di-PHK.

“Awal Covid-19, pasar offline kita habis 90 persen.Omzet kita tinggal tersisa 5-10 persen. Saya berusaha keras untuk memunculkan ide-ide baru, karena penjualan sepatu sekolah yang menjadi ciri khas Aero anjlok,” tuturnya.

Untuk mempertahankan ribuan karyawannya, akhirnya Rico memulai mendesain dan memproduksi jenis sepatu yang ngetren di kalangan muda. Dia mengakui medio Februari – April susah recovery produk, sehingga dia pun memberanikan diri mendesain sepatu kekinian.

AYO BACA : Perlawanan Maraknya Social Bullying, Amble-Wallts Bikin Produk Tema Anti-Bullying dan Self Love

Mulai April, Rico selain memproduksi desain baru dia juga melirik pasar online melalui media sosial Instagram. Tak disangka, beberapa produksinya direspons positif pasar hingga kekurangan stok.

“Saya beralih online karena melihat ada peluang bisnis. Tak tahunya pasar online lebih menjanjikan, perkembangan sangat pesat dibanding offline. Sebelum pandemi kapasitas produksi 6.000 pasang sepatu, saat ini sebanyak 7.200 menuju 9.000 pasang sepatu per hari,” terangnya.

Menurutnya, di era sekarang, bila menggunakan penjualan offline membutuhkan waktu yang lama. Dia mencontohkan, penjualan ke Papua saja butuh waktu 2 bulan.

“Datang ke distributor salesnya masih nego, toko grosir, lalu jual ke retail, toko retail baru ke konsumen. Kalau online, saya pasang iklan. Saya klik 1 detik konsumen langsung bisa beli. Pabrik langsung ke konsumen dengan 98 persen omzet kita di online," tandasnya.

Dia mengatakan, salah satu produknya yang tengah digandrungi anak muda seri Aerostreet Tiger 2D Cartoon yang laku terjual 2.880 pasang hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

“Saat ini kami lagi memproduksi ulang seri 2D tersebut dengan jumlah 2.880 pasang. Harga yang dijual semua seri sama, yakni Rp99.900,” ucapnya.

AYO BACA : Tampil Hypebeast dengan Sepatu Lokal Athletica by Geoff Max

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar