--> -->

Antisipasi Produk Pangan Kedaluwarsa Jelang Libur Nataru, Supermarket di Tebet Disidak

  Selasa, 22 Desember 2020   Aini Tartinia
Wakil Wali Kota Jaksel, Isnawa Adji, saat sidak pangan di Supermarket Gelael, Tebet/dok: selatan.jakarta.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji menegaskan, agar pihak supermarket di mana pun tak memanfaatkan cuci gudang di akhir tahun dengan mengeluarkan produk yang hampir kedaluwarsa.  Hal itu disampaikan Isnawa Adji saat memimpin pengawasan keamanan pangan terpadu dalam sidak di Pasar Swalayan Gelael, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020) kemarin.

Dirinya bersama jajaran Pemkot Jaksel, Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jaksel, dan BPOM RI DKI Jakarta, melakukan pengawasan di tempat sayur mayor dan daging.

"Jangan sampai menjelang natal tahun baru dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, untuk melempar produk yang sudah menjelang expired istilahnya mau cuci gudang, ini sangat berbahaya, tentunya tugas kita memantau terhadap kadaluarsa barang itu," ujar Isnawa, dikutip selatan.jakarta.go.id, Senin (21/12/2020).

Kemudian, lanjut Isnawa, pengawasan ini dilakukan untuk mengawasi makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, rodamin, borak dan lain-lain. Sasaran pengawasan pangan ini di antaranya adalah komoditas pertanian, peternakan dan perikanan.

AYO BACA : Gandeng RS Suka Mulya, Harga Rapid Antigen di Terminal Tanjung Priok Rp 150 Ribu

Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan menambahkan, selain di pasar swalayan Gelael, pengawasan keamanan pangan ini juga digelar di Swalayan Ranc Market, Lotte Mart Gandaria, Primo Cilandak, dan Transmart Cilandak.

Adapun target sampel yang akan diambil, sambung Kasudin, sebanyak 100 sampel dengan perincian 75 produk pertanian, 15 produk peternakan dan 10 perikanan.

"Pengujian sampel akan dilakukan di UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, UPT pusat produksi inspeksi sertifikasi hasil perikanan, dan UPT pusat promosi dan sertifikasi hasil pertanian, untuk melihat kandungan residu pestisida, formalin, eber dan klorin," tambahnya.

Dia menegaskan, saat ini untuk komoditas pertanian hasilnya aman, untuk yang lainnya masih dalam pengujian, dengan kegiatan ini diharapkan tersedianya makanan yang aman, sehat utuh, dan halal untuk dikonsumsi oleh masyarakat. 

AYO BACA : Tahun Baruan di Taman Ditunda Dulu Yee.. 77 RPTRA di Jakarta Utara Ditutup!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar