>

Selain Beli Barang Mewah di Amrik, Uang Korupsi Edhy Prabowo Juga Dipakai Sewa Apartemen dan Beli Mobil. Untuk Siapa?

  Rabu, 23 Desember 2020   Fitria Rahmawati
Bekas Menteri KP Edhy Prabowo saat ditahan KPK/ Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kasus korupsi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan fakta baru untuk apa saja uang tersebut digunakan. Awalnya, uang hasil korupsi benur tersebut diketahui untuk membeli barang mewah di Amerika Serikat (AS) seperti tas Hermes, sepeda, hingga jam Rolex. Namun, menurut keterangan sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin, uang tersebut juga digunakan untuk menyewa apartemen hingga membeli mobil.

"Adanya arahan tersangka EP (Edhy Prabowo) mengenai penggunaan uang yang dididuga bersumber dari penerimaan atas ijin ekspor benih lobster," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (23/12/2020).

"Penggunaan uang dimaksud antara lain untuk pembelian mobil dan juga sewa apartemen," ucap Ali.

Untuk Siapa Sewa Apartemen?

Menurut dia, apartemen yang disewa Edhy diduga digunakan untuk sejumlah pihak. KPK pun kini tengah menelusuri pihak-pihak yang turut menikmati uang dari hasil dugaan suap lobster ini.

Ali menyebut semua kesaksian Amiril, akan dituangkan dalam BAP miliknya. Untuk kemudian akan disampaikan dan dibuka dalam persidangan.

AYO BACA : Dua Sekpri Edhy Prabowo Diperiksa Penyidik KPK

Edhy Prabowo dalam perkara ini diduga menerima suap mencapai Rp 3,4 miliar dan 100 ribu dollar Amerika Serikat. Uang itu sebagian diduga digunakan Edhy bersama istrinya untuk berbelanja 

Seperti diketahui, Edhy bersama istrinya Iis Rosita Dewi ditangkap dalam operasi tangkap tangan tim satgas KPK di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Edhy ditangkap di Bandara Soetta usai melakukan kunjungan dari Honolulu, Hawai, Amerika Serikat

Dalam OTT itu, KPK sempat mengamankan sebanyak 17 orang. Namun, dalam gelar perkara yang dilakukan penyidik antirasuah dan pimpinan hanya tujuh orang yag ditetapkan tersangka termasuk Edhy.

Sementara istrinya, Iis Rosita Dewi, lolos dari jeratan KPK. Sehingga, ia dipulangkan dan hanya menjalani pemeriksaan intensif.

Edhy menjadi tersangka bersama enam orang lainnya yakni stafsus Menteri KKP, Safri; Pengurus PT ACK, Siswadi; staf isteri Menteri KKP, Ainul Faqih; dan pemberi suap Direktur PT DPP, Suharjito. Kemudian, dua staf pribadi menteri KP Andreau Pribadi Misata dan Amiril Mukminin.

AYO BACA : Kemarahan Prabowo Subianto Karena Korupsi Edhy: Saya Memungutnya dari Selokan!

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar