Penyaluran Air Bersih di Jakarta Baru 65 Persen

  Kamis, 24 Desember 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi. Melalui proyek SPAM Hutan Kota, PAM JAYA menanam pipa hingga sepanjang 116 km/ instagram

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Penyaluran air bersih bagi warga DKI Jakarta oleh Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) baru mencapai 65%. Itu dengan kapasitas air di Ibu Kota mencapai 20.227,5 liter per second (lps) dengan panjang pipa 11.916 kilometer

Direktur Utama PAM Jaya, Bambang Hernowo mengatakan, pihaknya mengalami ketergantungan air baku maupun air curah dari daerah lain. Dia menyebut, sebagian besar sumber air baku dan air curah di Jakarta berasal dari luar kota, yakni 82% mengalir dari Waduk Jatiluhur, 12% dari Tangerang, dan 6% dari sungai atau kali Ibu Kota.

Oleh karena itu, jelas dia, PAM Jaya berupaya memanfaatkan air di Jakarta menjadi sumber air baku, meski kapasitasnya kecil. Bambang menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di sejumlah lokasi

Menurut dia, upaya tersebut bertujuan untuk memperluas cakupan layanan air bersih ke seluruh warga Ibu Kota. Bambang menjelaskan, pihaknya memiliki target mendirikan SPAM Hutan Kota, SPAM Pesanggrahan, SPAM Ciliwung, SPAM Mookevart, dan SPAM Jatiluhur.

AYO BACA : Kurangi Mobilitas saat Nataru, 23 Lokasi Wisata di Jakarta Tutup

"Setidaknya bisa menjadikan kami menutupi gap antara kebutuhan dengan ketersediaan yang kita miliki saat ini," kata dalam diskusi virtual melalui Zoom, Rabu (23/12/2020).

Selain itu, PAM Jaya pun harus memikirkan bagaimana jaringan perpipaan dapat tertanam dengan baik sesuai dengan kondisi utilitas dan infrastruktur eksisting. Sebab, aspek lingkungan menjadi terganggu ketika terjadi ekstraksi air tanah secara besar-besaran.

"Inilah peran PAM Jaya untuk bisa mengkonversi dengan menyediakan air perpipaan untuk menggantikan air tanah dalam yang ada sekarang," ujarnya.

Menurut Bambang, untuk bisa mencapai 100 persen cakupan layanan air bersih itu, pihaknya membutuhkan dana investasi sebesar Rp 28 triliun. Namun, dia menyadari kemampuan fiskal DKI Jakarta tengah terkontraksi akibat pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi dan berdampak terhadap penyertaan modal daerah (PMD) PAM Jaya. Sehingga pihaknya harus mencari sumber pendanaan lainnya. "Kami harus mencari sumber pendanaan secara kreatif untuk kami bisa mencapai 100 persen cakupan layanan," katanya.

 

AYO BACA : Susi Pudjiastuti Pernah Blokir Sandiaga Uno. Setelah Dibuka, Langsung Kirim Pesan Ini!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar