>

Pemprov DKI Beri Sinyal Injak Rem Darurat

  Senin, 28 Desember 2020   Budi Cahyono
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan Pemprov sedang mempertimbangkan opsi rem darurat untuk tekan penyebaran Covid-19. Foto: Republika/Flori Sidebang

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi sinyal akan menginjak rem darurat (emergency break) mengingat angka kasus Covid-19 terus meningkat.

AYO BACA : Update Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil: Pekan Ini 4 Daerah Masuk Zona Merah, Mana Saja?

Keterangan tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Kemungkinan dilakukannya rem darurat tersebut untuk memperketat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

AYO BACA : Jumlah RW Zona Merah DKI Melonjak Lagi, Sekarang Ada 55 RW! Ini Daftarnya

"Menyikapi peningkatan ini (kasus) kami akan terus mengambil berbagai kebijakan kita akan lihat nanti beberapa hari ke depan setelah tanggal 3 (Januari 2021) nanti apakah dimungkinkan nanti Pak Gubernur akan ada emergency break," kata Ariza, Minggu (27/12/2020).

Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, kebijakan tersebut bisa diputuskan dengan melihat fakta dan data yang ada. "Nanti kita akan lihat sesuai dengan fakta dan data memang ini sangat dinamis sekali," tuturnya.

Ariza meminta masyarakat, terutama usaha dan perkantoran untuk turut berpartisipasi dalam menekan angka kasus Covid-19.

"Jangan sampai nanti ada peningkatan luar biasa sehingga kami Pemprov dengan jajaran Pak Gubernur terpaksa mengambil kebijakan untuk memperketat PSBB. Semua berpulang pada kita semua," terangnya.

AYO BACA : 10 Bulan Pandemi, Indonesia Kerja Keras Upayakan Pengadaan Vaksin Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar