>

Fenomena Cabai Dicat Merah, Pemprov DKI Jakarta Klaim Cabai di Wilayahnya Aman

  Minggu, 03 Januari 2021   Icheiko Ramadhanty
Cabai rawit yang diberi pewarna merah ditunjukkan Bupati Banyumas di Pendopo Supanji Purwokerto, Rabu (30/12/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Jelang tahun baru lalu, terdapat fenomena ditemukannya cabai yang sengaja dicat berwarna merah di Banyumas Jawa Tengah. Petugas menemukan cabai tersebut di lima lapak pedagang yang tersebar di tiga pasar tradisional di Kabupaten Banyumas.

Kepala Kantor POM Banyumas, Suliyanto, membeberkan cabai dengan pewarna itu ditemukan di Pasar Wage Purwokerto, Pasar Cermai Baturraden, dan Pasar Kemukusan Sumbang.

"Kalau dilihat fisiknya ini bentuknya seperti cat, karena kalau pakai pewarna makanan akan sangat sulit menempel. Ini jelas bukan pewarna makanan," jelas Suliyanto.

"Sehingga penampakannya seperti cat kayu. Untuk kandungan kimianya belum dapat kami ketahui, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan uji laboratorium," tambahnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan cabai rawit merah yang beredar di pasar Ibu kota aman dari cat pewarna.

"Sampel yang diambil, kami siram dan celupkan cairan thinner untuk membuktikan adanya pewarna cat atau tidak,” ungkap Plt Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, dilansir dari beritajakarta.id, Minggu (3/1/2021).

Dia mengatakan, pihaknya bergerak melakukan pengawasan setelah beberapa waktu lalu ada kasus pemalsuan cabai rawit merah di Jawa Tengah. Diduga, pelaku mewarnai cabai rawit non merah, dengan warna merah agar harga jualnya menjadi lebih tinggi.

"Kita ingin memastikan kalau cabai rawit merah yang beredar di Jakarta aman. Ada sembilan pasar tradisional yang kita ambil sampel cabai rawit merah," ujarnya.

Pasar tersebut yakni, Pasar Tomang Barat, Ganefo, Pasar Laris, Pos Pengumben, Kalideres, Klender, Cempaka Putih, Johar Baru dan Pasar Minggu.

"Sampel yang diambil kami siram dan celupkan cairan thinner untuk membuktikan adanya pewarna cat atau tidak. Dan hasilnya semua sampel tidak ada yang luntur, artinya warna alami," ungkapnya.

Tidak hanya cabai rawit merah, beberapa pangan olahan pun juga diambil sampel untuk memastikan keamanannya.

"Jika warga ada yang merasa ragu dengan pangan yang dibelinya, dapat hubungi petugas Satlak KPKP di kecamatan," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar