>

Polda Jatim Meringkus Pelaku Pemalsuan Surat Rapid Antigen

  Senin, 11 Januari 2021   Budi Cahyono
Polisi menunjukkan barang bukti surat rapid antigen palsu. (dok Humas Polda Jatim)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Kasus pemalsuan surat hasil tes kesehatan rapid antigen dibongkar Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Senin (11/1/2021) pagi, Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim menghadirkan Imam Baihaki (24) sebagai tersangka saat press release di ruang Bidhumas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, warga Dusun Krajan III, Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember itu ditetapkan sebagai tersangka usai terbukti melakukan pemalsuan surat tes kesehatan tersebut.

AYO BACA : Awas! Palsukan Surat Rapid Antigen, Siap-siap Dikurung 4 Tahun Penjara!

Gatot menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka yang masih berstatus sebagai mahasiswa itu pada bulan desember 2020. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mulai memosting di media sosial Facebook pada tanggal 25 Desember 2020. Dalam postingan itu, tersangka menawarkan jasa pembuatan hasil rapid tes antigen dan anti body. 

Dari hasil postingan itu, ada 20 orang yang memesan kepadanya. "Tersangka mendapatkan keuntungan Rp 1.5 juta," ujar Gatot saat press release, Senin (11/1/2021)

Dari awal unggahan tersangka di Facebook pada 25 Desember 2020, berujung pada penangkapan terhadap dirinya. Kepada penyidik, tersangka mengeluarkan hasil rapid tes sebanyak 44 lembar.

AYO BACA : Penjual Surat Tes Corona Palsu Dibekuk Polisi

Terkait praktiknya, tersangka beraksi pada saat pilkada serentak yang berlangsung pada Desember 2020 lalu. Tersangka juga menjadi panitia pengawas kecamatan (Panwascam).

Saat menjadi petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), diwajibkan menunjukkan hasil rapid tes. Darisanalah, tersangka membuatkan hasil rapid tes yang diatas namakan Klinik Nurus Syifa, dengan harga per lembar Rp400 ribu kepada 24 orang hasil rapid tes reaktif.

Pada Sabtu (9/1/2021), tersangka diringkus Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim. Tersangka ditangkap saat berada di Desa Krajan, Kelurahan Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

"Saat itu, kami menangkap satu tersangka manipulasi data dan pemalsuan surat hasil rapid tes antigen," sambungnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan satu unit laptop dan smartphone sebagai barang bukti. Akibat ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 51 Juncto pasal 35 UU ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, dengan denda Rp12 Miliar Juncto Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun kurungan penjara.(Praditya)

AYO BACA : Kasus Surat Tes PCR Palsu, Mahasiswa Kedokteran Terancam di DO, Influencer Erlangga Mendekam di Sel

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar