>

Membandel di Masa PSBB Ketat, 95 Perusahaan di Jakarta Ditutup

  Kamis, 14 Januari 2021   Aini Tartinia
ilustrasi bangunan perkantoran di DKI Jakarta/ Suara.com

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI Jakarta melakukan monitoring pelaku usaha pada pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan di Jakarta.

AYO BACA : Gubernur Anies Ingatkan Warga Bansos Covid-19 Jangan Disalahgunakan

Kepala Disnakertrans dan Energi (Kadisnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah menyebutkan, sebanyak 118 perusahaan telah dimonitoring. Kemudian, terdapat 95 perusahaan ditutup sementara karena tidak mematuhi aturan yang berlaku.

Hal ini mengacu pada Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta No.24 Tahun 2021 tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Milik Swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).    

AYO BACA : Kasus Covid-19 Tinggi, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan PSBB Ketat Jakarta

"Ada sekitar 118 perusahaan yang kita sidak, apakah sudah menerapkan protokol kesehatan atau belum. Ada 95 perusahaan yang ditutup sementara karena alasan tertentu," kata Andri dikutip dari beritajakarta.id, Rabu (13/1/2021).

Menurutnya, terdapat beberapa perusahaan yang dikecualikan seperti energi, kesehatan, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, industri, pelayanan dasar, utilitas, objek vital nasional dan konstruksi.

Berdasarkan data, DKI Jakarta memiliki 82.154 perusahaan yang terdiri dari mikro, kecil, menengah, dan besar. Terhitung dari 12 Oktober 2020 sampai dengan 12 Januari 2021 tercatat 1.786 perusahaan yang sudah dimonitoring.

AYO BACA : KABAR DUKA: Syekh Ali Jaber Wafat Dalam Keadaan Negatif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar