>

75 Persen Pegawai Pemerintahan di Jakut Wajib WFH

  Kamis, 14 Januari 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi pekerja ASN Pemkot Administrasi Jakarta Utara yang sedang work from office (dok. utara.jakarta.go.id)

TANJUNG PRIOK, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara memberlakukan aturan 75% pegawai pemerintahan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota pada 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan, hanya 25% dari keseluruhan pegawai yang bertugas di kantor atau work from office (WFO), mulai dari kantor wali kota hingga kelurahan. 

AYO BACA : Membandel di Masa PSBB Ketat, 95 Perusahaan di Jakarta Ditutup

"Terkait aturan PSBB kami menerapkan sistem pembatasan pegawai di kantor pemerintahan di Jakarta Utara. Jadi, sebagian pegawai ada yang WFO dan sebagian lagi WFH," kata Ali dilansir utara.jakarta.go.id, Rabu (13/1/2021).

Meski begitu, pengaturan jam kerja pegawai ini diatur oleh masing-masing kepala bagian atau Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD). Pengaturan disesuaikan dengan beban tugas dan jumlah pegawai yang dimiliki.

AYO BACA : Viral Transkrip Percakapan Pilot dan Co-Pilot Sriwijaya Air, Kemenkominfo: Hoaks

"Kalau memang tugasnya di lapangan, pengaturan tidak serta-merta 25%. Apalagi, tugas pelayanan yang sifatnya harus melekat di masyarakat, seperti petugas kesehatan, damkar, atau petugas lain yang tidak dapat dikerjakan dari rumah" jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kepegawaian Pemkot Kota Jakarta Utara Mardi Dwi menerangkan, aturan pembatasan jumlah pegawai ini merujuk pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.19 Tahun 2021.

Di mana pengawasan kerja dilakukan secara berjenjang mulai dari atasan langsung baik harian, mingguan atau pun bulanan. Begitu pun hasil pekerjaan yang dikirim melalui media elektronik selama bekerja dari rumah.

"Pengaturannya merujuk pada aturan yang berlaku saat ini. Begitu pun pengawasan yang tetap dikoreksi atasan langsung setiap harinya sesuai dengan ketentuan masing-masing bagian atau kepala UKPD," tutupnya.

AYO BACA : KABAR DUKA: Syekh Ali Jaber Wafat Dalam Keadaan Negatif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar