>

Gempa Majene, Kepala BMKG: Waspadai Gempa Susulan

  Jumat, 15 Januari 2021   Budi Cahyono
Pengungsi di Kecamatan Sendaana pascagempa di Kabupaten Majene. (dok PMI Kecamatan Majene)

MAJENE, AYOJAKARTA.COM – Gempa magnitudo 6,2 menggoncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021), dini hari.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan agar masyarakat waspada adanya potensi gempa-gempa susulan yang mungkin terjadi.

BMKG memprediksi masih akan terjadi gempa susulan yang berkekuatan cukup besar di sekitar Kabupaten Majene. Potensi ini dibaca dari analisis sejarah gempa bumi yang pernah terjadi di sekitar Sulawesi Barat pada 1969 silam.

"Kami menganalisis berdasarkan data kegempaan yang pernah kami rekam dan history yang lalu, kami menganalisis masih dimungkinkan adanya gempa susulan yang cukup kuat seperti dini hari tadi atau sedikit lebih tinggi lagi, masih dimungkinkan," kata Dwikorita dalam jumpa pers, Jumat (15/1/2021).

Episenter gempa hari ini terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah TimurLaut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Episenter hari ini sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami dengan ketinggian 4 meter di Pelattoang dan 1,5 meter di Parasanga dan Palili pada 23 Februari 1969 silam dengan kekuatan M6,9 pada kedalaman 13 km.

Saat itu, tercatat 64 orang meninggal dunia, 97 luka-luka dan 1.287 bangunan mengalami kerusakan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah, pihak-pihak yang ada di Majene dan sekitarnya agar menghindari, saat ini masih siaga berjaga-jaga jangan berada pada bangunan gedung yang tinggi, hindari bangunan tersebut, karena dikhawatirkan masih berpotensi gempa susulan," tegasnya.

Dwikorita juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar