>

Jumlah RW Zona Merah di DKI Turun Drastis, Dari 74 RW Tinggal 43 RW (Data 14 Januari)

  Senin, 18 Januari 2021   Eries Adlin
Jumlah RW Zona Merah di DKI Turun Drastis, Dari 74 ke 43

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Di tengah penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta yang terus berada di atas angka 3 ribu kasus, jumlah wilayah rukun warga (RW) yang masuk kategori zona rawan, biasa disebut zona merah, justru berkurang.

Berdasarkan data laman resmi penanganan Covid-19 DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, jumlah RW yang masuk kategori zona penerapan Wilayah Pengendalian Ketat (WPK) atau zona merah di Ibu Kota sebanyak 43 RW. Angka tersebut berdasarkan pembaruan data per 14 Januari 2021.

Jumlah 43 RW di DKI yang masuk zona merah atau zona rawan itu turun drastis berdasarkan pembaruan data sebelumnya pada 7 Januari yang menyatakan ada 74 RW yang masuk zona WPK.

Menurut catatan Ayojakarta, jumlah 74 RW berkategori zona merah pada periode tersebut merupakan rekor tertinggi sejak pasien pertama Covid-19 diumumkan pemerintah pada 2 Maret.

Jumlah 74 RW zona merah pada awal Januari 2021 itu naik dua kali lipat lebih dibandingkan data 31 Desember 2020. Di pekan penutup tahun lalu itu, jumlah RW yang masuk kategori zona rawan atau zona merah hanya 29 RW.

Penurunan jumlah RW yang masuk zona merah itu terjadi di tengah kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta yang terus bertambah di atas angka 3 ribuan. Pada Minggu 17 Januari 2021, selama 24 jam terakhir sampai dengan pukul 12.00 WIB, menurut catatan Kementerian Kesehatan, terjadi penambahan 3.395 kasus baru di Ibu Kota.

Dengan tambahan tersebut, total konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta sejak pasien pertama diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020 sudah mencapai 227.365 kasus.

Sementara itu, sampai dengan 17 Januari ini, berdasarkan data laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, covid19.go.id, empat wilayah pemerintahan kota di DKI Jakarta kembali masuk kategori risiko tinggi atau kerap disebut zona merah. Data tersebut berdasarkan pembaruan data per 10 Januari 2021.

Data dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) pusat, www.covid19.go.id, menyebutkan empat wilayah yang masuk zona merah tersebut adalah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Sementara, dua wilayah lain yakni Jakarta Pusat dan Kabupaten Kepulauan Seribu masuk kategori risiko sedang atau zona oranye.

Data per 10 Januari tersebut memperlihatkan penambahan satu wilayah pemerintahan kota yang masuk zona merah. Sebelumnya, berdasarkan pembaruan data 3 Januari, hanya Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur yang masuk kategori risiko tinggi.

Sementara itu, dua pekan sebelumnya pada akhir Desember 2020, hanya dua wilayah yang masuk kategori zona merah yakni Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Berikut ini daftar 43 RW yang masuk zona merah atau zona rawan di DKI Jakarta:

∎ KEL. BATU AMPAR, RW 003

∎ KEL. BENDUNGAN HILIR, RW 006

∎ KEL. BENDUNGAN HILIR, RW 002

∎ KEL. CEMPAKA PUTIH TIMUR, RW 004

∎ KEL. CIPAYUNG, RW 001

∎ KEL. CIPEDAK, RW 002

∎ KEL. CIPEDAK, RW 001

∎ KEL. CIPEDAK, RW 003

∎ KEL. CIPEDAK, RW 004

∎ KEL. CIPEDAK, RW 006

∎ KEL. CIPEDAK, RW 005

∎ KEL. CIPINANG, RW 005

∎ KEL. DUKUH, RW 004

∎ KEL. GLODOK, RW 004

∎ KEL. GONDANGDIA, RW 003

∎ KEL. GUNUNG, RW 005

∎ KEL. KALIBATA, RW 001

∎ KEL. KALIBATA, RW 010

∎ KEL. KALIBATA, RW 007

∎ KEL. KALIBATA, RW 002

∎ KEL. KALIBATA, RW 005

∎ KEL. KALIBATA, RW 004

∎ KEL. KALIBATA, RW 003

∎ KEL. KALISARI, RW 003

∎ KEL. KARTINI, RW 001

∎ KEL. KEBON KOSONG, RW 006

∎ KEL. KEBON MANGGIS, RW 003

∎ KEL. KELAPA GADING TIMUR, RW 010

∎ KEL. KEMANGGISAN, RW 004

∎ KEL. MAKASAR, RW 003

∎ KEL. MALAKA JAYA, RW 009

∎ KEL. MALAKA SARI, RW 003

∎ KEL. MENTENG, RW 002

∎ KEL. MENTENG, RW 009

∎ KEL. PEGANGSAAN, RW 008

∎ KEL. PEGANGSAAN, RW 002

∎ KEL. PEGANGSAAN, RW 006

∎ KEL. PEGANGSAAN, RW 007

∎ KEL. PEJATEN BARAT, RW 001

∎ KEL. PETOJO UTARA, RW 005

∎ KEL. PULAU KELAPA, RW 002

∎ KEL. PULAU PANGGANG, RW 005

∎ KEL. TEBET BARAT, RW 001

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar