>

Kasus Covid-19 Naik Terus, Kapasitas Rumah Sakit Covid-19 Jakarta Tersisa 13 Persen

  Selasa, 19 Januari 2021   Aini Tartinia
Rumah Sakit rujukan Covid-19 (Dok. ist)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Kapasitas ruangan di rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta tersisa 13% dari total kapasitas ICU dan tempat tidur sebanyak 8.890 unit.

Dikutip dari Facebook resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terhitung sampai 17 Januari 2021 rumah sakit rujukan Covid-19 merawat pasien dari DKI Jakarta sebanyak 63% dan pasien dari Bodetabek sebanyak 24%.

Disebabkan daya tampung rumah sakit rujukan Covid-19 yang terus menurun Pemprov DKI mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan agar sebaran Covid-19 dapat berkurang.

“Kita perlu bergandeng tangan untuk bersama menangani pandemi ini. Seluruh warga jabodetabek harus sama-sama tingkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai penularan Covid-19,” tulis Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (19/1/2021).

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat menjalankan 3M yang terdiri dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Membatasi aktivitas keluar rumah, kecuali untuk keperluan yang amat penting.

AYO BACA : Antisipasi Lonjakan Kasus, RSUD Depok Tambah Fasilitas Pasien Covid-19

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi mengumumkan kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021 seiring dengan ledakan kasus Covid-19 di ibu kota.

Keputusan untuk memperketat kembali masa PSBB tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur No. 3 Tahun 2021. Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang melakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa - Bali pada Rabu (6/1/2021).

Anies mengatakan, keputusan untuk kembali memperketat PSBB dilatarbelakangi oleh situasi Covid-19 di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir yang cenderung mengkhawatirkan.

Dia menuturkan saat PSBB ketat September 2020 lalu, Pemprov DKI mencatat penurunan kasus aktif secara signifikan dari lonjakan kasus kasus akibat libur panjang Tahun Baru Islam pertengahan Agustus 2020.

Setelah rem darurat ditarik, dampak kasus aktif menurun pesat. Anies mengklaim penurunan saat itu bahkan kembali ke titik awal sebelum kenaikan atau turun 50%.

“Artinya, pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif menurunkan kasus aktif,” tuturnya dalam keterangan resmi, Sabtu (9/1/2021).

AYO BACA : Alami Efek Samping Usai Disuntik Vaksin, Kunjungi Rumah Sakit Ini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar