>

Covid-19 Makin Meningkat, Nadiem Tunda Pelaksanaan Asesmen Nasional

  Kamis, 21 Januari 2021   Budi Cahyono
Suasana simulasi asesmen untuk siswa Sekolah Dasar di Kota Salatiga, Jawa Tengah. (Ayojakarta/Budi Cahyono)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Angka Covid-19 di Indonesia masih mengkhawatirkan dengan meningkat dari hari ke hari. Peningkatan Covid-19 ini direspons Menteri Pendidikan dan Kebudayana (Mendikbud) untuk menundak pelaksanaan asesmen nasional.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan asesmen nasional pada Maret-Agustus 2021. Namun dengan meningkatnya Covid-19, asesmen diundur menjadi September-Oktober 2021.

"Karena ada situasi pandemi yang relatif meningkat, Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan asesmen nasional, dan target jadwal baru yaitu September dan Oktober 2021," kata Nadiem, dalam rapat bersama Komisi X DPR, Rabu (20/1/2021).

AYO BACA : Sekolah di Tengah Pandemi, Nadiem: 34 Ribu Sekolah Laksanakan Belajar Tatap Muka

Menurutnya penundaan ini juga memberi waktu kepada sekolah untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan asesmen nasional dengan aturan protokol kesehatan yang ketat.

"Kenapa kita menunda, alasannya adalah untuk memastikan bahwa persiapan kita baik prokes logistik dan infrastruktur lebih optimal lagi untuk  memastikan bahwa prokes itu terjaga," jelasnya.

Nadiem menambahkan Asesmen Nasional ini dilakukan untuk peningkatan kurikulum dengan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada 62.948 guru dan tenaga kependidikan, pendampingan dan sosialisasi implementasi kurikulum dan asesmen di 428.957 sekolah, mengembangkan 4.515 model kurikulum dan perbukuan, dan akreditasi dan standar nasional pendidikan di 94.912 lembaga.

AYO BACA : Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Begini Pendapat IDAI

"Pengembangan AN ini dilaksanakan oleh pusat asesmen dan pembelajaran dan yang punya pengalaman dalam mengelola asesmen standar berskala nasional, secara logistik hampir sama seperti UN pelaksanaannya, dan pengembangan teknis AN ini dilakukan oleh berbagai macam pakar nasional dan internasional dengan latar belakang peneliti dan akademisi," ucapnya.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan pelaksanaan asesmen di tahun 2021 ini sekaligus melakukan pemetaan daerah yang tertinggal. Sehingga bantuan dapat diberikan untuk perbaikan di tahun depan. 

"Kalau kita nggak laksanakan asesmen tahun ini artinya kita tidak akan bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang paling tertinggal. Kalau kita tidak bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang tertinggal kita tidak bisa membuat strategi penganggaran strategi bantuan untuk sekolah yang paling membutuhkan bantuan kita," ujarnya.

Diketahui, Asesmen Nasional adalah sistem penilaian baru yang akan diterapkan di sekolah. Sistem ini berbeda dengan Ujian Nasional atau UN yang digunakan pemerintah sebelumnya untuk menilai pendidikan.

AYO BACA : 90 Sekolah di Kota Bekasi Ajukan Simulasi Belajar Tatap Muka

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar