>

Pedagang Bakso dan Warteg di Depok Terdampak Mogok Pedagang Daging Sapi

  Jumat, 22 Januari 2021   Aini Tartinia
Ilustrasi/ Bakso

DEPOK, AYOJAKARTA.COM -- Aksi mogok jualan massal para pedagang daging sapi membuat penjual bakso dan warteg di sekitar kawasan Pasar Pasilgunung, Depok ikut terdampak.

Diketahui, aksi mogok massal pedagang daging sapi akibat kenaikan harga daging sapi.

Kenaikan harga daging sapi disebutkan mencapai Rp95.000 per kilogram yang semula Rp86.000 dari pemasok atau rumah potong hewan (RPH), sedangkan untuk harga jual daging sapi di pasar bisa mencapai Rp120.000 per kilogram.

Dampak tersebut ikut dirasakan Tomo (47), salah satu penjual Bakso di kawasan Palsigunung, Kecamatan Cimanggis, Depok. Ia mengatakan, terpaksa ikut berhenti berjualan karena mogoknya pedagang daging sapi.

AYO BACA : Sudah 4 Hari, Pasar Palsigunung Depok Tanpa Pedagang Daging Sapi

“Terpaksa berhenti jualan juga, kan belanja dagingnya nggak bisa, hari ini masih pada mogok pedagang dagingnya. Kalau jualan hari ini kan belanja kemarin dagingnya,” katanya kepada Ayojakarta, Jumat (22/1/2021).

“Ya, saya maklum (aksi mogok). Karena logikanya kenaikan harga pasti bikin bingung mereka buat ngejual. Mahal dijual nggak laku, dijual murah merekanya rugi,” sambungnya.

Oleh karena itu, Tomo berharap kepada pemerintah agar bisa mendengarkan keluh kesah pedagang kecil dan dapat segera menormalkan kembali harga daging sapi.

Kemudian, Wari (59) pedagang nasi Warung Tegal (Warteg) di Mekarsari, Cimanggis, Depok memilih tidak menjual olahan daging sapi di menu lauk pauknya.

“Siasatinya, ya gak bikin lauk dari daging sapi dulu, jadi masih tetap bisa jualan. Daripada dijual mahal nanti gak ada yang beli jadi rugi,” ujarnya.

AYO BACA : Masuk Tahap Finalisasi, Pemindahan Ibu Kota Negara Tunggu Putusan Politik Jokowi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar