>

Polisi di Surabaya Miliki Hobi Unik Mengoleksi Ribuan HotWheels

  Minggu, 24 Januari 2021   Budi Cahyono
Bripka Agung Hidayat menunjukan koleksi HotWheels di ruang Humas Polrestabes Surabaya, Sabtu (23/1/2021).(Ayosurabaya/Praditya)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Anggota Sub Bag Humas Polrestabes Surabaya, Bripka Agung Hidayat tengah serius mengedit foto dan pemberitaan di tempatnya bekerja.

Perawakannya tegap, tubuhnya bidang, dan sorot matanya tajam ke layar komputer dihadapannya. Nada bicaranya pun lugas dan tegas.

Namun, siapa sangka, dibalik itu semua ia memiliki hobi unik nan asyik. Mengoleksi dan mengotak-atik minatur mobil HotWheels.

Ketika bertemu dengan AyoSurabaya.com, ia tak segan-segan memamerkan sejumlah mobil yang dia punya di tempat kerjanya.

"Nyoh, sakmene akeh e, Mas. Pilihen dewe sing ndi sing apik di foto (Nih, segini banyaknya, Mas. Pilih sendiri aja mana yang bagus buat difoto)," ujar Agung sambil memamerkan tas berisi puluhan mobil HotWheels koleksinya, Sabtu (23/1/2021).

Saat berbincang santai, pria yang akrab disapa Agung itu mengaku menyukai miniatur mobil sejak duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK). Namun, karena masalah perekonomian, ia mengaku saat itu hanya disimpan sebagai angan-angan saja. Ketika masuk dunia kerja, Agung membalaskan dendamnya terhadap HotWheels.

"Hobi mengoleksi ini udah lama, sejak kecil saya sudah suka," aku Agung.

AYO BACA : Download Game Three Kingdoms: Quest of Infinity di Sini Kuy…

Dia menjelaskan, dalam menekuni hobi nyentriknya ini dua tahun belakangan. Ia menyebut, keseriusannya itu tak hanya membawa kebanggaan tersendiri, tapi juga menjadi penyemangatnya alias moodbooster dalam bekerja.

"Tapi, mulai menekuni lebih serius itu dua tahun silam, akhir November tahun 2018 kemarin," sambungnga lalu menunjukan salah satu koleksi teranyarnya.

Saat ditanya berapa jumlah mobil yang dia koleksi hingga saat ini, Agung malah tertawa. Ia mengaku tak tahu. Menurutnya, sudah ada ratusan bahkan ribuan jenis mobil yang ia miliki di rumah.

" Ya tidak terhitung, banyak sekali pokoknya," tuturnya lalu tersenyum.

Warga asli Surabaya itu menambahkan, ia kurang memahami berapa detail biaya yang telah ia belanjakan untuk sejumlah mobil koleksinya. Saat disinggung puluhan juta, ia pun hanya tersenyum dan tertawa seolah mengamini.

Agung mengungkapkan, istrinya pun sempat mencerca dirinya lantaran memiliki hobi selayaknya anak kecil.

Namun, Agung memberikan pengertian bahwasanya hobinya itu bisa menghasilkan rupiah. Akan tetapi, hal tersebut tak berjalan mulus diawal. Sebab, Agung justru terkena omelan istrinya lantaran ada sebagian uang yang ikut dibelanjakan miniatur mobil besutan Die Cast itu.

AYO BACA : Setelah Jakarta, Rumah Sepeda Indonesia Kini Hadir di Bandung

"Saya kurang tahu habis berapa, tapi yang pasti istri saya pernah ngomel karena duit THR juga pernah habis untuk itu. Kebetulan istri tidak terlalu kepo jadi tidak tahu harga totalnya mobil itu berapa,” urainya.

“Tapi, untuk menjelaskan ke istri ini sebagian saya jual yang rare (langka), lalu dapat untung. Nah, dia bingung ke mana untungnya selama ini? Kok tidak kelihatan? Ya saya bilang lihat saja mobilnya, semakin hari semakin banyak kan, nah itu (hasil penjualannya) saya belikan lagi," paparnya lalu tertawa lepas. 

Kelas Reguler dan Premium

Agung menerangkan, dalam mengoleksi HotWheels yang sudah di atas pemula, memiliki karakter dan kelas masing-masing. "Ada yang kelas reguler ada yang premium," lanjutnya.

Agung lantas menyatakan kecintaannya pada HotWheels. Ia mengaku, selain unik, mengoleksi HotWheels juga bukan sekedar trendsetter saja. Agung mengatakan, hobi tersebut tidak memiliki pasar yang pasti.

Terutama, untuk item yang rare atau seri tertentu. Semakin lama tahun item yang dimiliki, sambung Agung, maka semakin mahal pula harga yang dibandrol.

"Namanya hobi ya, Mas, tidak ada pasarannya, apalagi untuk mendapatkannya itu penuh perjuangan. Misalnya, seperti ini, nah ini bentuknya seperti ini aja kan, tapi ini keluaran tahun 2015, di tahun 2020 atau 2021, tidak akan ditemukan model dan warna serupa, mulai dari eksterior dan interior juga. Sebab, seri lama tidak mungkin diproduksi sampai saat ini," tutur pria berusia 33 tahun itu lalu menunjukan ciri khas ketebalan besi dan material yang membuat harga miniatur semakin menggila.

Kendati demikian, Agung mengaku belum pernah semakin menggila seperti rekan-rekannya yang rela merogoh kocek lebih

AYO BACA : Perajin Rumah Arwah di Semarang, 4 Generasi Masih Bertahan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar