>

Krisis Makam Jakarta: Lima Hari Dibuka, TPU Bambu Wulung Tersisa 636 Petak

  Selasa, 26 Januari 2021   Aini Tartinia
ilustrasi: Petugas menurunkan peti jenazah pasien suspect Corona dengan menggunakan tali tambang di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3). (Suara.com/Alfian Winanto)

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kepala Pusat Daya dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Nurcahyo mengatakan, kini tersisa 636 petak makam jenazah pasien Covid-19 khusus muslim di taman pemakaman umum (TPU) Bambu Wulung, Jakarta Timur.

"TPU Bambu Wulung berdasarkan data 25 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, sudah terpakai 162 petak makam," ujar Ivan saat dihubungi Ayojakarta,  Selasa (26/1/2021).

Diketahui, pemakaman dengan kapasitas 800 petak liang lahat khusus jenazah pasien Covid-19 itu baru mulai digunakan pada 21 Januari 2021 lalu. Lahan seluas 3.000 meter persegi ini digunakan karena area pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan sudah penuh sejak Sabtu (23/1/2021).

AYO BACA : Krisis Makam Jakarta, Pemprov DKI Beli 5 Lahan Baru

"TPU Srengseng Sawah luasnya sudah tidak terima makam baru protokol Covid-19. Namun, untuk makam tumpang atau tumpuk diperbolehkan," kata Ivan.

Tercatat, ada empat TPU baru yang disiapkan Pemprov DKI khusus pemakaman jenazah pasien Covid-19. TPU pertama, yakni Srengseng Sawah di Jakarta Selatan yang sudah penuh.

Kemudian, TPU Bambu Wulung di Jakarta Timur yang saat ini sudah terpakai 162 petak makam. Ketiga, TPU Tegal Alur di Jakarta Barat yang luasnya 1,3 hektare dengan kapasitas 2.700 petak, saat ini masih dalam persiapan.

Terakhir, TPU Rorotan di Jakarta Utara dengan luas 8.100 meter persegi dengan kapasitas 1.500 petak saat ini juga masih dalam persiapan. 

AYO BACA : Ramai soal Pemotongan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas, Benarkah Ada Sabotase?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar