>

JADWAL VAKSINASI COVID-19: Hari Ini Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Sinovac Kedua

  Rabu, 27 Januari 2021   Eries Adlin
JADWAL VAKSINASI COVID-19: Hari Ini Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Sinovac Kedua/setkab.go.id

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua pada hari ini, Rabu 27 Januari 2021 pagi.

Menurut rencana, vaksinasi kedua terhadap Presiden Jokowi kembali dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta.

“Rencananya Bapak Presiden akan menerima vaksin tahap kedua besok Rabu (hari ini), sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Jakarta, Selasa (26 Januari 2021).

Vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech, perusahaan farmasi asal China, membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari. Sebelumnya, Presiden menerima suntikan pertama pada 13 Januari 2021.

Sementara itu, sampai dengan 23 Januari, berdasarkan data Kementerian Kesehatan tercatat 172.901 orang telah mengakses untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di 13.525 fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten dan kota di 34 provinsi.

Dengan jumlah itu, berarti tenaga kesehatan yang divaksinasi Covid-19 rata-rata bertambah 40 ribu.

“Proses vaksinasi ini akan terus berjalan kepada seluruh tenaga kesehatan yang diharapkan hingga Februari kami bisa mencapai target 1,4 juta tenaga kesehatan divaksinasi Covid-19,” ucap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi.

Dia menambahkan kalau ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama maka akan masuk pada kelompok tahap kedua.

Sementara itu kurang lebih 27 ribu tenaga kesehatan yang ditunda vaksinasi Covid-19. Hal itu dikarenakan kondisi tenaga kesehatan yang masuk ke dalam pengecualian penerima vaksin Covid-19.

Pengecualian tersebut dikarenakan tenaga kesehatan sedang dalam kondisi menyusui, penyintas Covid -19, dan paling banyak itu karena hipertensi yang pada waktu diukur tekanan darahnya lebih dari 140/90.

Nadia menekankan bahwa sampai saat ini tidak ada laporan dari dinas kesehatan provinsi adanya penolakan vaksin oleh tenaga kesehatan. Selain itu, menurut dia, ada juga tenaga kesehatan ingin sekali mendapatkan vaksin tetapi karena tertunda jadi terhalang.

“Kita tahu vaksinasi sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan supaya kita bisa mengurangi tingkat keparahan bahkan kematian akibat Covid-19. Sudah lebih dari 600 tenaga kesehatan yang sudah meninggal dan ini merupakan kehilangan yang besar bagi bangsa Indonesia sehingga marilah kita putuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya dalam konferensi pers, Sabtu (23 Januari 2021, seperti dilansir laman resmi Kemenkes, kemkes.goid.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar