>

CARfix Indonesia Berkolaborasi di Tengah Pandemi untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal

  Rabu, 27 Januari 2021   Budi Cahyono
[ilustrasi] Teknisi Bengkel Carfix di Semarang mengecek mobil yang diservis. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 meluluhlantakan berbagai sektor. Hampir setahun di Indonesia, sebagian bisa bangkit dari gempuran pandemi, namun sebagian lagi gulung tikar tak mampu bertahan.

Tak terkecuali bisnis bengkel mobil yang pada awal pandemi tahun 2020 sempat terpuruk karena sepinya pengunjung. Penurunan pengunjung ini pada awal pandemi hingga 60 persen dibanding pada saat normal, omzet pun anjlok.

Untuk menyiasatinya agar omzet tak terlalu turun, pemilik bengkel mobil memutar otak. Berbagai strategi dilakukan agar bengkel tetap bisa memberikan omzet yang signifikan.

Division Head After Sales Bussines Solution CARfix Indonesia mengakui, pada awal pandemi sekitar April dan Mei mengalami kemerosotan sangat tajam. Hal ini diakuinya sangat wajar, karena saat itu customer atau pemilik mobil mengikuti imbauan pemerintah dan takut untuk keluar rumah karena paparan Covid-19.

“Kami mulai recovery itu bulan Juni, lalu Juli sudah bisa bangkit dan menentukan strategi. Selanjutnya Agustus hingga Desember 2020 boleh dibilang sudah kembali normal untuk tingkat kunjungan ke bengkel,” tutur Sigit saat ditemui Ayojakarta di Semarang.

Pada masa pandemi 2020, bengkel modern CARfix mengandalkan strategi home service untuk melayani servis para pelanggannya.  "Kita ada layanan antar-jemput mobil ke rumah, kalau setidaknya bisa servis di rumah kita akan melakukan servis di rumah. Namun pada saat ini, kunjungan ke bengkel sudah normal," tambahnya.

Ekspansi Bengkel

Sigit mengharapkan target pengunjung atau pelanggan pada 2021 yang memanfaatkan jasa servis CARfix di seluruh jejaring di Indonesia bisa meningkat 20 persen dibanding pada tahun 2020. Dengan pelanggan yang sudah memahami edukasi pola hidup sehat, Sigit optimistis bisa memenuhi target tersebut.

“Di masa pandemi ini customer juga bisa memilih dan membeli paket servis berkala di online shop dan bergaransi. Setiap customer juga akan diberikan buku servis berkala seperti bengkel resmi pada umumnya. Customer juga bisa memilih suku cadang yang diinginkan sesuai dengan bujet. Jika ingin suku cadang orisinil, kami juga menyediakan dan jaminan asli,” ucapnya.

CARfix memulai ekspansi pada 2018 yang pawa awalnya memiliki empat cabang di Jawa Tengah. Hingga kini telah memiliki 32 cabang bengkel yang tersebar di Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

“Tahun ini kami berencana membuka 10 cabang lagi yang kami fokuskan di Pulau Jawa, utamanya Jawa Barat, dan Jawa Timur. Supaya lebih banyak pecinta mobil yang bisa merasakan layanan servis kami,” tutur Sigit.

Tidak hanya ekspansi, pada masa pandemi saat ini pihaknya juga menyiapkan program-program baru untuk membangkitkan ekonomi lokal di daerah dengan program CARfix Workshop Partner (CWP), yaitu program kolaborasi dengan penggiat otomotif daerah untuk bisa bangkit dari pandemi.

Sigit menjelaskan, contoh konkretnya jika ada pemilik tempat cucian mobil ingin belajar bisnis bengkel dan menjadi Mitra CARFIX dalam program ini, bisnisnya tetap jalan ditambah menu servis mobil tanpa perlu menambah luar lokasi dan hanya memanfaatkan luas lokasi yang ada.

“Harapan kamu dengan adanya usaha bengkel, maka bisnis cucian mobinya bisa semakin berkembang, revenue bisa naik, sehingga ekonomi di sekitarnya bisa terbantu. Ditambah, tenaga kerjanya diambil dari lokasi sekitar bengkel,” tuturnya.

Tidak hanya CWP, tahun ini pihaknya juga membuka kolaborasi dengan SMK dalam program CARfix School Partner (CSP). Ini merupakan program CSR CARfix ke SMK seluruh Pulau Jawa, fokusnya pada bengkel praktik untuk siswa SMK.

“Pandemi belum usai, tentu saja perlu banyak kolaborasi dalam menghadapi pandemi ini. Kami menawarkan program kolaborasi tersebut supaya ekonomi lokal bisa bangkit,” pungkas Sigit.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar