--> -->

Polisi Bekuk Residivis Pencabulan Anak yang Berulah Lagi di Surabaya

  Kamis, 28 Januari 2021   Budi Cahyono
ilustrasi pencabulan (dok)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk seorang pelaku pencabulan anak dibawah umur.

Ia adalah DJ, pria berusia 56 tahun itu ditangkap usai aksinya terbongkar orang tua korban.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzy Pratama mengatakan, DJ diamankan pihaknya usai memperoleh adanya laporan persetubuhan terhadap bocah berusia 9 tahun.

"Tersangka (DJ) menyetubuhi korban dengan membujuknya, meminjamkan HP milik tersangka untuk bermain game," beber Fauzy, Rabu (27/1/2021).

AYO BACA : Komplotan Curamor di Tangsel Diringkus, Pelaku Didor Polisi

Fauzy menegaskan, korban dan orang tuanya indekos di kawasan Kranggan, Surabaya. Adapun DJ merupakan penjaga kosnya. DJ juga residivis kasus serupa.

Aksi bejat DJ terbongkar saat hendak melancarkan aksinya. Ketika itu, korban seorang diri di kamar kos ketika orangtua korban tengah berjualan. Saat DJ melancarkan aksinya, secara tiba-tiba orang tua korban tiba dengan mendobrak pintu kamar kosnya.

Spontan, orang tua korban terkejut dengan perbuatan bejat DJ lantaran aksinya kepergok menyetubuhi buah hatinya. Beberapa saat usai kejadian itu, orang tua korban langsung melapor ke pihak kepolisian.

Tak lama usai menerima laporan itu, personel Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung meringkus DJ.

AYO BACA : Terekam CCTV, Dua Kelompok Remaja Tawuran di Teluk Naga Tangerang

Kepada penyidik, DJ mengaku hanya sekali mencabuli anak dibawah umur. Kendati demikian, personel Unit PPA tak mempercayainya begitu saja.

"Pengakuannya baru sekali, mengaku pengen saja dan kepikiran untuk melakukan gitu," sambungnya.

Fauzy lantas membongkar rekam jejak DJ. Ia lantas menjelaskan, DJ merupakan seorang residivis kasus pencabulan. Aksi serupa pernah dilakukannya di tahun 2000 lalu. Korbannya pun masih seorang bocah, kala itu korbannya adalah seorang anak Sekolah Dasar (SD). DJ divonis 1 tahun dalam kasus sebelumnya tersebut.

"Dulu (kasus tahun 2000) kasus cabul anak, sekarang persetubuhan anak," paparnya.

DJ pun terancam dikenakan Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.(Praditya)

AYO BACA : Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Hingga 500 Meter

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar