>

Pengelolaan SDM Berbasis Kompetensi Dorong Kinerja BPJamsostek

  Jumat, 29 Januari 2021   Eries Adlin
Pengelolaan SDM Berbasis Kompetensi Dorong Kinerja BPJamsostek/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Akademisi IPB University memandang sumber daya manusia (SDM) atau human capital di BPJS Ketenagakerjaan yang dikelola dengan basis kompetensi sudah mampu bersaing pada era Industri 4.0.

Ketua Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Bisnis IPB University, Prof. M. Syamsul Maarif, menilai sejak beberapa tahun belakangan ini BPJS Ketenagakerjaan memperlihatkan hasil dari penerapan pengelolaan human capital berbasis kompetensi.

Menurut Syamsul, pengelolaan human capital berbasis kompetensi memiliki peran penting bagi transformasi organisasi menuju transformasi digital yang sesuai dengan tantangan pada era Industri 4.0.

“Perkembangan BPJamsostek akhir-akhir ini menunjukkan keberhasilan peningkatan kinerja organisasi secara signifikan,” ujar Syamsul, Kamis 28 Januari 2021.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Dalam pandangan Syamsul, pengelolaan SDM di BPJamsostek pun telah menerapkan sistem human capital terintegrasi yang berbasis kompetensi dan kualifikasi. “Serta didukung teknologi Human Capital Information System (HCIS) mulai dari proses rekrutmen, assement centre, manajemen kinerja, hingga talent management.”

Menurut Syamsul, HCIS BPJamsostek bertumpu pada prores rekrutmen yang adil dan transparan, pengembangan kompetensi yang berdampak pada bisnis. Selain itu juga berdasarkan manajemen kinerja yang memotivasi, objektif dan adil, remunerasi yang kompetitif, hubungan antarkaryawan yang harmonis, dan dukungan teknologi.

Dengan sederet langkah tersebut, ujar Syamsul, upaya perluasan kepesertaan dan pelayanan prima bisa terwujud karena didukung strategi human capital yang membangun budaya kerja yang tinggi, pengembangan kepemimpinan organisasi, dan pusat pembelajaran jaminan sosial.

Keberhasilan pengelolaan SDM di badan hukum publik itu juga tampak dari langkah manajemen semasa pandemi Covid-19 yakni menerapkan bekerja dari rumah (work from home) secara proporsional sedari dini sesuai protokol kesehatan.

“Kesehatan dan keselamatan karyawan harus diutamakan. Inilah yang dinamakan memanusiakan manusia. Dengan karyawah sehat dan selamat, pelayanan kepada peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan tetap berjalan dengan baik.”

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

BPJamsostek, menurut Syamsul, juga telah menghadirkan inovasi bagi para peserta jaminan sosial dengan tidak mengubah esensi dan regulasi serta prinsip good governance.

“Bagaimanapun juga, perubahan manajemen sangat penting bagi organisasi agar mampu menyesuaikan diri dan melayani berbagai kebutuhan yang selalu baik itu dari pasar, pelanggan, maupun para pekerja.”

Pernyataan Prof Syamsul tersebut sejalan dengan keinginan pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Pada Januari 2021, Menaker Ida Fauziyah meminta jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk mampu memenuhi ekspektasi publik untuk tumbuh dan berkembang dalam mewujudkan masyarakat pekerja yang sejahtera.

Menaker Ida juga meminta BPJamsostek untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, kompetensi SDM, serta menjadikan gedung baru dan fasilitas penunjang sebagai motivasi untuk memacu kinerja.

“Seperti halnya seluruh pekerja Indonesia, saya pun menaruh harapan besar kepada jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk mampu tumbuh dan berkembang mewujudkan masyarakat yang sejahtera,”" kata Menaker Ida dalam acara Peresmian Gedung Plaza BPJamsostek di Jakarta, Jumat 8 Januari 2021.

Menaker Ida menegaskan publik memiliki ekspektasi yang besar terhadap program Jamsostek, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, penyelenggaraan sistem jaminan sosial haruslah terintegrasi, bersinergi, dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk terus konsisten, profesional, akuntabel, dan transparan, guna menjaga kepercayaan publik.

Pemerintah pun, katanya, berkomitmen kuat untuk terus mendukung implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama dari aspek regulasi, program, dan kelembagaan agar dapat terus menyesuaikan diri dengan dinamika sektor usaha dan ketenagakerjaan.

“Jangan sampai dibiarkan kepercayaan itu. Justru harus kita jaga kepercayaan itu dengan cara semakin memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," kata Menaker Ida.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar