>

VAKSIN COVID-19: Vaksin Johnson & Johnson Klaim Lebih Efektif Lawan Covid

  Senin, 01 Februari 2021   Budi Cahyono
Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 belum berakhir hingga memasuki awal bulan Februari 2021. Vaksin Covid-19 dari Sinovac pun sudah memasuki Indonesia dan disuntikkan secara massal pada priortas tenaga kesehatan dan pejabat public pada pertengahan dan akhir Januari 2021.

Kini, Johnson & Johnson salah satu perusahaan pembuat vaksin Covid-19 juga telah memproduksi dan mengklaim vaksinya 85 persen efektif melawan corona yang parah dan 66 persen efektif mencegah Covid-19 yang sedang hingga parah secara keseluruhan.

Dalam uji klinis Tahap III yang melibatkan delapan negara dan lebih dari 43.700 peserta, vaksin Johnson & Johnson terbukti 100 persen efektif melawan pasien Covid-19 yang dirawat inap dan kematian setelah 28 hari.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Setelah Nakes, Yoyok Sukawi Usul Guru dan Tenaga Pendidik Jadi Prioritas

Artinya, dalam 28 hari setelah vaksinasi, tidak ada satu pun peserta yang terinfeksi Covid-19 dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia. Tetapi, tingkat perlindungan terhadap penyakit sedang hingga berat bervariasi menurut negara.

Di Amerika Serikat, vaksin tersebut 72 persen efektif dalam mencegah Covid-19 yang sedang hingga parah. Sementara di Amerika Latin, efektivitas vaksin menjadi 66 persen, dan di Afrika Selatan vaksin 57 persen efektif.

Ini diumumkan sehari setelah Novavax menyatakan bahwa vaksin Covid-19 juga menurun kemanjurannya, dari hampir 90 persen di Inggris menjadi hanya di bawah 50 persen dalam percobaan kecil di Afrika Selatan.

AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Daerah Mana Saja yang Dapat Prioritas Vaksin dari Pemerintah? Ini Daftarnya

Data awal juga menemukan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna pun mungkin kurang efektif terhadap varian virus Afrika Selatan.

Namun menurut Dr. Jonathan Temte, ahli vaksin di Universitas Wisconsin School of Medicine and Public Health mengatakan, vaksin Johnson & Johnson bisa menjadi berbeda karena hanya satu suntikan dan dapat disimpan selama berbulan-bulan pada suhu lemari es.

"Vaksin Johnson & Johnson dapat didistribusikan dan disimpan seperti vaksin standar, tetap stabil selama setidaknya tiga bulan pada suhu 2 hingga 8 derajat Celcius," kata Temte kepada The Washington Post, seperti dikutip dari Live Science, Senin (1/2/2021).

FDA tidak akan menyetujui vaksin Covid-19 kecuali jika memiliki kemanjuran 50 persen atau lebih dalam uji klinis Tahap III.

AYO BACA : 5.080 Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar