Pemberlakuan Tarif Cukai Baru, Mulai 1 Februari Harga Rokok Naik

  Senin, 01 Februari 2021   Budi Cahyono
Mulai 1 Februari 2021, Pemerintah memberlakukan tarif cukai hasil tembakau baru yaitu sebesar 12,5 persen. (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Harga rokok mulai 1 Februari 2021 mengalami kenaikan. Hal ini akibat dari pemberlakuan tarif cukai hasil tembakau yang baru.

Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai memberlakukan tarif cukai hasil tembakau baru yaitu sebesar 12,5 persen.

"Kebijakan hasil tembakau yang baru saja kita sampaikan baru efektif pada 1 Februari 2021," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers secara virtual, ditulis Senin (1/2/2020).

AYO BACA : Awal Bulan, Harga Emas Antam Naik Rp1.000

Menurut Sri Mulyani, pemberlakuan pada Februari ini untuk memberikan kesempatan kepada Jajaran Bea dan Cukai serta Industri untuk menyiapkan berbagai hal.

Mulai dari pencetakan pita cukai baru hingga penyesuaian harga rokok setelah kenaikan cukai rokok tersebut yang dilakukan Desember-Januari.

"Sehingga kita baru memulainya pada 1 Februari 2021, jajaran Bea Cukai akan membuat satuan tugas dalam rangka untuk melayani terkait dengan penerbitan dan penempatan pita cukai yang baru," ucap dia.

AYO BACA : KAI Siapkan GeNose Test di Stasiun Senen & Yogyakarta Mulai 5 Februari, Begini Cara Kerjanya

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan cukai rokok itu terbagi atas beberapa golongan. Pada segmen Sigaret putih Mesin (SPM) Golongan I dinaikkan cukainya sebesar 16,9 persen.

Kemudian, untuk SPM Golongan IIA CHT-nya dinaikkan sebesar 16,5 persen, serta Golongan IIB juga alami kenaikan sebesar 18,1 persen.

Lalu, untuk sektor Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan I bakal mengalami kenaikan CHT sebesar 16,9 persen.

Selanjutnya, SKM Golongan IIA bakal naik sebesar 13,8 persen dan SKM Golongan IIB ikut alami kenaikan 18,1 persen

"Sementara itu, untuk industri jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) tarif cukainya tidak berubah atau dalam hal ini tidak dinaikan. Artinya kenaikannya nol persen. SKT adalah yang memiliki unsur tenaga kerja terbesar," jelas dia.

Sri Mulyani menambahkan, dengan kenaikan cukai rokok berbagai segmen itu, maka rerata kenaikan tarif cukai sebesar 12,5 persen.

AYO BACA : Status Whatsapp Bisa Bobol Data Pribadi dan Akun Bank? Ini Faktanya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar