>

Sandingkan Poster Ka'bah dengan Bendera LGBT, 2 Mahasiwa Ditangkap

  Senin, 01 Februari 2021   Husnul Khatimah
Ilustrasi/ Sandingkan Poster Ka'bah dengan Bendera LGBT, 2 Mahasiwa Ditangkap

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak dua orang mahasiswa ditangkap di Turki pada Sabtu malam (30/1/2021). Keduanya diamankan atas tuduhan penghasutan, kebencian dan penghinaan terhadap nilai-nilai agama dengan menyandingkan poster bergambar Ka'bah dengan bendera LGBT.

Penangkapan dilakukan setelah sebelumnya pejabat tinggi Turki membanting poster tersebut. Poster itu dipajang di sebuah pameran di Universitas Bogazici, universitas paling bergengsi di Turki.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menyebutkan dalam akun Twitter-nya bahwa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), dan tersangka yang melakukan penyandingan poster Ka'bah dengan LGBT harus ditahan karena tidak menghormati Ka'bah

Pejabat tinggi pemerintah dari partai konservatif Turki yang berbasis Islam mengutuk poster tersebut. Juru bicara partai oposisi utama sekuler yang kukuh juga mengecam karya seni itu sebagai provokasi. Ia menyebutnya sebagai serangan terhadap nilai-nilai suci.

Pernyataan mereka muncul setelah klub penelitian Islam universitas Bogazici membanting poster dan tersebar di media sosial. Warganet turut mengecam poster tersebut di Twitter. 

Direktur urusan agama Turki, sebelumnya mengatakan homoseksualitas dapat membawa penyakit dan mendapatkan dukungan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ka'bah merupakan situs tersuci bagi umat Islam dan menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia.

 Situs yang diagungkan ini lantas dalam sebuah poster ditempatkan sebuah makhluk mitos setengah wanita dan setengah ular yang ditemukan dalam cerita rakyat Timur Tengah di situs pemujaan bersama dengan bendera LGBT.

Kantor gubernur Istanbul mengatakan, lima orang pada awalnya ditahan dan polisi sedang mencari dua tersangka lagi. Satu orang dibebaskan, dua ditempatkan dalam tahanan rumah dan dua dipenjara menunggu persidangan.

Polisi menggeledah klub mahasiswa seni rupa dan LGBTI+ di universitas tersebut. Polisi juga menemukan buku tentang kelompok Kurdi yang dilarang dan bendera pelangi.

Melih Bulu, rektor yang diprotes, menulis di Twitter bahwa serangan terhadap nilai-nilai Islam tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam nilai-nilai universitas. Kelompok mahasiswa Bogazici Solidarity mengatakan, pameran lebih dari 300 karya seni sebagian untuk memprotes rektor baru dan mengakui mahasiswa Muslim mempermasalahkan poster tersebut.

“Semua karya seni terbuka untuk kritik. Tapi mengadili seni hanyalah pembatasan kebebasan berekspresi," bunyi pernyataan mereka.

Kelompok tersebut menekankan nilai pluralisme di universitas dan mengatakan ujaran kebencian berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender tidak dapat diterima. Kelompok LGBTI+ universitas men-tweet bahwa, mereka berdiri dengan teman-teman mereka dan mengatakan mereka menolak rektor baru yang menargetkan mahasiswanya sendiri

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar