>

Miris, Seorang Petugas Kebersihan Tega Mengurung Anaknya di Dalam Tong

  Selasa, 02 Februari 2021   Husnul Khatimah
Ilustrasi kekerasan terhadap anak (shutterstock)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Seorang pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan tega mengurung anaknya sendiri di dalam sebuah tong. Bocah malang itu dibiarkan telanjang serta kaki dan tangannya dirantai. 

Bocah berusia 11 tahun itu telah mengalami penyiksaan satu tahun lamanya. Ia dipasung dan dibiarkan kelaparan di dalam tong tersebut. 

Kaki anak laki-laki ini sampai bengkak gara-gara rerpaksa selalu berdiri di dalam tong yang ukurannya sempit. 

Menyadur The Sun, Selasa (2/2/2021) kepolisian Brasil berhasil menyelamatkan seorang bocah lelaki yang dipasung di dalam drum oleh keluarganya sejak usia 10 tahun.

Pihak kepolisian berhasil menyelamatkan korban pada 30 Januari lalu. Ia dievakuasi dalam keadaan kekurangan gizi dan kelaparan. Bocah ini mengaku sudah tiga hari tidak diberi makan

Penyelamatan ini terjadi setelah setelah seorang tetangga membuat laporan tentang si bocah yang sudah lama tak terlihat di lingkungan sekitar. 

Berdasarkan  keterangan polisi, bocah lelaki itu dipaksa berdiri di dalam drum setiap hari, bahkan disuruh buang air kecil dan besar di dalamnya

Petugas menjelaskan bagaimana mereka menemukan bocah malang itu tidak berpakaian, lemah dan dengan tanda-tanda kekurangan gizi.

Di dalam tong tempat bocah itu dipasung, petugas juga menemukan tinja dan bau pesing yang menyengat

AYO BACA : Simak! Ini Vitamin Terbaik untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Polisi harus menggunakan pemotong besi untuk membebaskan bocah itu dari rantai dan saat penyelamatan tersebut bocah itu merintih: "Saya hanya ingin makan."

Anak laki-laki tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit di sekitar tempat tinggalnya sebelumnya akhirnya dirawat oleh bibi dari pihak ayahnya.

Menurut laporan media lokal, dia mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya dengan kejam melemparkan cairan pemutih dan air dingin ke badannya.

Anak tersebut juga memberikan kesaksian bahwa dia tidak makan apapun selama tiga hari dan mengalami penyiksaan tersebut sejak dia berusia 10 tahun.

"Dia bahkan makan kotorannya karena dia tidak punya makanan. Saya sudah bekerja di polisi selama 23 tahun, dan kami telah melihat semuanya, tetapi itu tidak pernah terjadi." jelas Sersan Mike Jackson, yang membantu membebaskan anak itu.

Ayah bocah itu, diduga menganggap putranya tidak betah di rumah dan dia memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut untuk memberinya pelajaran, menurut laporan polisi.

Akibatnya, ayah bocah tersebut beserta pacar dan putrinya ditahan oleh pihak berwenang, karena dicurigai sengaja melakukan penyiksaan.

Keduanya yang juga berprofesi sebagai pembantu, ditangkap saat mereka kembali ke rumahnya dari supermarket. Dia dituduh membiarkan penyiksaan terjadi tanpa adanya niat untuk menolongnya.

Menurut media lokal, jika terbukti bersalah, ayah bocah tersebut terancam penjara maksimal delapan tahun penjara.

AYO BACA : 9 Tempat Ini Bisa Digunakan untuk Isolasi Mandiri OTG Covid-19 di Jakarta

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar