>

Kendalikan Banjir, DKI Tambah Pemasangan 5 Mesin Pompa Stasioner

  Rabu, 03 Februari 2021   Aini Tartinia
Pemasangan mesin pompa stasioner oleh Suku Dinas Sumber Daya Air kota Administrasi Jakarta Pusat/dok: Instagram @dkijakarta

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Memasuki bulan Februari ini, Jakarta hampir setiap hari diguyur hujan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir di Ibu Kota.

Sebagai bentuk antisipasi dampak musim hujan, berbagai upaya preventif terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah satunya dengan memasang 5 unit mesin pompa stasioner oleh Dinas Sumber Daya Air melalui Suku Dinas Sumber Daya Air kota Administrasi Jakarta Pusat. Pengadaan mesin pompa stasioner ini untuk mengantisipasi genangan air.

Sebelumnya telah terpasang sebanyak 2 unit, dan saat ini tengah dilakukan pemasangan tahap berikutnya sebanyak 3 unit.

Berikut lokasi pemasangan 5 mesin pompa stasioner:

1 unit pompa di Jalan Industri dengan kapasitas 1.000 liter/detik.
1 unit pompa di Jalan Rajawali Selatan dengan kapasitas 500 liter/detik.
1 unit pompa di Jalan Jati Pinggir Baru dengan kapasitas 500 liter/detik.
2 unit pompa di Jalan Mangga Besar yang telah terpasang.

"Usai pemasangan pompa selanjutnya akan dilakukan commissioning test atau uji pompa," tulis Pemprov DKI sebagaimana dikutip dari akun Instagram @dkijakarta, Rabu (3/2/2021).

Disebutkan, dengan penyediaan 5 mesin pompa air merek Drakos Polemis dari Yunani ini diharapkan dapat mengoptimalkan kesiapan Dinas Sumber Daya Air dalam penanganan genangan di wilayah Jakarta Pusat.

"Yuk, bersama cegah banjir Jakarta. Jangan buang sampah ke sungai dan bersihkan saluran air di sekitar kita, ya!" ajak Pemprov DKI Jakarta.

Beragam tanggapan pun disampaikan warganet. Tidak sedikit yang mengapresiasi pemasangan mesin pompa ini sebagai upaya mencegah banjir.

"Yang penting sudah ada upaya untuk pencegahan, semoga Jakarta kedepannya lebih baik, indah, aman, nyaman, dan tertib," tulis akun @agungboss.

Namun, beberapa warganet mengingatkan bahwa keberadaan pompa ini tidak akan efektif jika perilaku bersih tidak diterapkan.

"Yang terpenting budaya Buang sampah sembarangannya dihilangkan dan ada pengelolaan limbah dan sampah yg baik," tulis akun @denny_handhaka.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar