--> -->

Anggota Komisi X Soroti Kebijakan Ganjar ‘Jateng di Rumah Saja’

  Jumat, 05 Februari 2021   Budi Cahyono
Yoyok Sukawi (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM  -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada masyarakat untuk tetap di rumah saja pada akhir pekan, Sabtu – Minggu (6-7/2/2021).

SE tersebut menelurkan program Gerakan Jateng di Rumah Saja atau akrab disebut Jateng di Rumah Saja untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Jateng.

Hal ini mendapat dukungan dari semua pihak, tak terkecuali oleh anggota DPR RI dari Dapil I Jawa Tengah, AS Sukawijaya.

“Tentu mendukung langkah Pak Gub dan kawan-kawan Pemprov kalau memang bertujuan menekan angka penyebaran Covid-19. Apalagi SE-nya sudah keluar, jadi sebagai masyarakat Jawa Tengah harus mematuhi dan berharap efeknya benar-benar terasa di kehidupan masyarakat pada hari-hari berikutnya,” tandas pria yang kerap disapa Yoyok Sukawi melalui keterangan resmi yang diterima Ayojakarta di Jakarta (5/2/2021).

AYO BACA : Pemprov DKI Pertimbangkan PSBB Ketat Jakarta Seperti di Awal Pandemi

Namun, Yoyok menyoroti terdampaknya pelaku wisata yang harus mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Di dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Ganjar Pranowo, ada satu poin yang menyebutkan penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi pada tanggal 6-7 Februari 2021.

“Soal pariwisata, itu harus ditutup. Padahal sejak akhir tahun, lalu PPKM, dan kini Jateng di Rumah Saja, gimana nasib pelaku wisata? Dinas terkait di Pemprov harus memikirkan hal ini. Mereka juga butuh pemasukan. Carikan solusinya,” tutur Yoyok Sukawi.

“Mereka butuh makan, butuh bayar sekolah anak. Sebelum Covid, pariwisata menjadi salah satu penyumbang pemasukan terbesar bagi daerah dan pusat. Jadi di situasi seperti ini juga harus diperhatikan,” imbuh Yoyok yang di Komisi X DPR bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

AYO BACA : Wacana Lockdown Akhir Pekan, Anies Minta Pertimbangan ke Epidemiolog

Ia lantas mengungkapkan bahwa di situasi seperti saat ini, pegiat wisata harus dibekali keterampilan yang memadai apabila situasi memang mengharuskan destinasi pariwisata dan pusat rekreasi tutup.

“Dinas terkait mungkin bisa mengadakan pelatihan-pelatihan bagi pegiat wisata. Dilatih dodolan (jualan) online atau apa lah yang mungkin bisa menjadi pemasukan alternatif,” pungkas Yoyok.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewacanakan menerapkan lockdown saat akhir pekan atau weekend. Untuk menerapkan lockdown, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih mengkaji dan mempertimbangkannya. Saat ini wacana tersebut masih dalam pembahasan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, dalam membahas wacana ini, Gubernur Anies Baswedan akan menggelar rapat internal. Pihaknya menggandeng juga sejumlah elemen termasuk epidemiolog.

"Beberapa hari ini nanti kami di intenal, pak Gubernur akan pimpin rapat internal, dengan para epidemiologi, para ahli, pakar juga Forkopimda," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/2/2021).

AYO BACA : Pemprov DKI Jakarta Diminta Berlakukan Lockdown Akhir Pekan dan Perketat PSBB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar