>

4 Hari Terakhir, 2.580 Calon Penumpang KA di Stasiun Pasar Senen Gunakan GeNose

  Minggu, 07 Februari 2021   Aini Tartinia
Alat deteksi Covid-19 GeNose buatan UGM - (SuaraJogja.id/HO-UGM)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Sejak dioperasikan empat hari lalu, 2.580 calon pengguna kereta api sudah mengakses layanan tes Covid-19 menggunakan Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Alat deteksi tersebut saat ini dalam tahap uji diagnostik postmarketing atau beredar di masyarakat dan bisa dipilih untuk mendapatkan berkas bukti negatif Covid-19 sebagai syarat perjalanan dengan KA jarak jauh.

AYO BACA : Begini Cara Kerja GeNose yang Digunakan di Stasiun Kereta Mulai Hari Ini

"Sementara untuk Sabtu 6 Feb 2021 berdasarkan data pukul 15.00 WIB terdapat sekitar 700 calon penumpang yang memggunakan layanan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2/2021).

Eva juga menyebutkan, penggunaan layanan GeNose C19 tersebut berdasarkan SE Kemenhub No.11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa Pandemi Covid-19 dan SE Satgas Covid-19 No. 5 Tahun 2021.

AYO BACA : Tes Corona Pakai GeNose Buatan UGM, Harga Terjangkau hanya Rp 15-20 Ribu

Adapun, surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan. Persyaratan tersebut tidak diwajibkan bagi pelanggan yang berusia di bawah 12 tahun. 

"Untuk meningkatkan layanan, mulai hari Sabtu (6/2/2021) perangkat GeNose di Stasiun Pasar Senen ditambah empat unit," ucap Eva.

Eva kembali mengingatkan, bagi calon penumpang KA jarak jauh yang hendak menjalani tes GeNose agar terlebih dahulu menunjukkan tiket atau kode pemesanan yang sudah dibayar lunas serta kartu identitas asli. Selain itu, mereka diimbau tidak makan dan minum, dan tidak merokok pada 30 menit sebelum pengambilan sampel.

Jika tes dengan alat hasil riset dan rancangan sivitas Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu menunjukkan hasil positif, calon penumpang bakal ditangani di ruang isolasi sementara oleh petugas kesehatan.

Mereka dilarang naik KA dan biaya tiket akan dikembalikan penuh, lalu diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit.

AYO BACA : Alat Uji Corona UGM Ge-Nose C19 Diapresiasi Menteri Airlangga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar