Kegagalan Bulu Tangkis di Tiga Turnamen: Ganda Campuran Banyak PR, Tak Percaya Diri hingga Overweight

  Rabu, 10 Februari 2021   Icheiko Ramadhanty
Nova Widianto, asisten pelatih ganda campuran PP PBSI

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Hasil kurang maksimal didapat tim bulu tangkis sektor ganda campuran Indonesia pada tiga turnamen awal tahun 2021.

Penampilan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti cs, di Bangkok, Thailand memang jauh dari harapan. Mereka juga tidak berhasil memenuhi target yang diberikan PP PBSI.

Nova Widianto, asisten pelatih ganda campuran PP PBSI, mengungkapkan apa yang menjadi fokus perbaikan dari empat ganda campuran utama Indonesia, pasca melakoni tiga laga super 1000 di Bangkok pada Januari lalu.

Nova mengaku bahwa selama delapan bulan tidak bermain di kancah internasional, ternyata rival anak didiknya mengalami perkembangan permainan yang begitu pesat. Sementara, pemain Indonesia masih mempunyai banyak pekerjaan rumah.

"Kita tidak boleh beralasan A atau B karena semua juga mengalami. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pelatih. Makanya ke depan kita harus banyak latihan lagi," kata Nova ketika dihubungi oleh Tim Humas dan Media PBSI, Rabu (10/2/2021).

Nova mengatakan evaluasinya pada Praven/Melati yaitu terkait masalah suasana hati (mood), peak di lapangan, dan komunikasi antarpemain.

"Jordan/Melati itu intinya satu, ketika mereka bisa menjaga moodnya dan gregetnya di setiap pertandingan kami tidak khawatir. Memang tidak selalu bisa jadi juara tapi setidaknya hasilnya akan bagus," jelasnya.

"Dan yang kemarin sangat terlihat adalah komunikasi mereka hilang, tidak secair biasanya. Padahal itu kelebihan mereka. Biasanya ngobrol di lapangan enak, kami kasih masukan juga enak tapi kemarin hilang. Jadi banyak di non-teknisnya kalau mereka," lanjut Nova mengevaluasi anak didiknya yang saat ini peringkat 4 dunia itu.

Selain itu, Jordan dianggap mengalami kenaikan berat badan (overweight) yang dirasa kurang proporsional untuk ukuran seorang atlet. Nova mengatakan hal itu menjadi berpengaruh ketika berada di lapangan.

"Tapi kalau saya menilai, Jordan itu kan istimewa. Ya jadi dengan keadaan begitu pun selama mood dan pikirannya fokus untuk menang tidak terlalu ada masalah," ujarnya.

Namun Nova membeberkan ada banyak keadaan selain kondisi berat badan yang turut memperngaruhi performa permainan pemain kelahiran Bontang itu.

"Misalnya mood-nya dia, pasangannya sedang tidak bagus, permainanya sedang tidak bagus, dia selalu kepikiran itu. Sebenarnya kalau dia bisa cuek pasti bisa konsisten. Sekarang kan belum, dia masih bisa menang dari siapa saja dan bisa kalah dari siapa saja. Makanya harus berani melawan semua itu dan kuncinya dari dia sendiri," jelas Nova.

Andalan kedua di sektor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Immanuel Widjaja, juga tak luput menjadi pekerjaan rumah Nova dan timnya.

Diketahui bahwa pasangan ini akan diturunkan di turnamen Swiss Open yang digelar pada 2-7 Maret 2021 untuk mengejar poin agar lolos ke Olimpiade Tokyo yang direncanakan juga terselenggara di tahun ini.

"Kekurangannya pertama, dari Hafiz yang sempat nge-drop fisik dan daya tahannya karena waktu itu sempat kepotong dia menikah. Ini ada waktu tiga minggu untuk meningkatkan lagi. Sementara dari sisi Gloria di kecepatan dan powernya harus ditambah," jelas Nova.

Perbedaan pola permainan dengan Jordan/Melati, kata Nova, membuat Hafiz/Gloria membutuhkan fisik yang ekstra. Waktu latihan yang singkat pasca-kepulangan dari turnamen di Bangkok, membuat Hafiz/Gloria harus menutupi kekurangan mereka itu.

Ganda campuran selanjutnya yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Mentari. Evaluasi pelatih terhadap pasangan ini yaitu keyakinan dan ketenangan yang masih kurang, terutama saat menghadapi poin-poin kritis.

"Ketika sudah unggul lalu mati dengan mudah dari service atau pembukaan, di poin kritis mereka kembali panik. Dan mereka sebenarnya sudah sadar bahwa itu kebiasaan. Nah itu harus diperbaiki sejak di latihan, dicoba terus," kata Nova.

Pasangan ganda campuran terakhir yang juga mendapatkan evaluasi yaitu Adnan Maulana/Mychelle Bandaso. Sang pelatih menilai bahwa masalah mereka tak jauh dari evaluasi terhadap Rinov/Pitha, dimana kedua pasangan kurang memiliki keyakinan, terutama ketika menghadapi pemain unggulan.

"Adnan/Mychelle secara pola dan strategi sebenarnya tidak ada masalah hanya kurang ada keyakinan kalau mereka bisa ngalahin pemain unggulan. Jadi menurut saya mereka masih perlu jam terbang yang lebih banyak karena modalnya ada," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar