>

Wali Kota Jakarta Pusat Klaim Zona Merah Covid-19 di Wilayahnya Berkurang

  Senin, 15 Februari 2021   Icheiko Ramadhanty
Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) Irwandi / pusat.jakarta.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) Irwandi mengungkapkan,  zona merah di wilayahnya menurun, dari 16 kawasan saat ini tinggal 13.

Menurutnya, penurunan zona merah ini disebabkan karena salah satunya yaitu pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi jumlah pekerja di kawasan Jakarta Pusat dengan berlakunya Work From Home (WFH). 

Hal tersebut, kata Irwandi, membuat penurunan kasus di zona perkantoran, serta jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sudah terdata.

“Jadi kemarin waktu positif mereka terdata, saat sudah negatif belum terdata. Saat ini sudah terdata warga yang sembuh,” ungkapnya, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang l Gambir, dilansir dari pusat.jakarta.go.id, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut Irwandi menambahkan, untuk melakukan penataan warga yang telah sembuh dari Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat sudah membuat Satuan Tugas (Satgas) Covid di Tingkat RT.

“RT sudah punya Satgas Covid yang bertugas untuk memonitor berapa yang sembuh dan berapa yang belum,” jelasnya.

Terkait, jumlah kasus pasca-libur panjang. Kata Irwandi, saat ini masih belum terdata.

Sebagai informasi, jumlah wilayah rukun warga (RW) di DKI Jakarta yang masuk zona penerapan Wilayah Pengendalian Ketat (WPK) yang terdampak Covid-19 atau zona rawan, biasa disebut zona merah, mencapai lagi rekor tertinggi menjadi 82 RW. 

Data tersebut dilansir laman resmi penanganan Covid-19 DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, dengan pembaruan data sampai dengan 4 Februari 2021. Jumlah itu menjadi rekor tertinggi sejak pertama kali pasien Covid-19 diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020. 

Menurut catatan Ayojakarta, rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 7 Januari yang mencatat ada 74 RW di DKI Jakarta berkategori zona merah atau rawan. Jumlah tersebut berkurang drastis pekan berikutnya, 14 Januari, yang mencatat 43 RW masuk zona merah. 

Sepekan kemudian, 21 Januari, jumlahnya mulai naik lagi menjadi 54 RW. Sebaran 82 RW yang masuk zona rawan atau zona merah berdasarkan wilayah pemerintahan: 

Jakarta Selatan 41 RW 

Jakarta Pusat 16 RW 

Jakarta Barat 13 RW 

Jakarta Timur 6 RW 

Jakarta Utara 4 RW 

Kepulauan Seribu 2 RW

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar