Update Longsor Nganjuk: Warga Terdampak Masih Menghuni Pengungsian di Halaman Sekolah

  Rabu, 17 Februari 2021   Budi Cahyono
ilustrasi bencana longsor (dok)

NGANJUK, AYOJAKARTA.COM -- Pascabencana tanah longsor pada Minggu (14/2/2021) malam, sejumlah warga masih bertahan di pengungsian.

Data yang diperoleh AyoSurabaya.com menyebut masih ada ratusan orang dari Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) yang masih masih bertahan di pengungsian sampai Rabu (17/2/2021) ini.

Hal tersebut pun dibenarkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati. Ia menyebut, ada sekitar 101 warga   yang masih mengungsi dan mendiami halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Ngetos, Nganjuk, Jatim.

"101 orang, warga Desa Ngetos, masih mengungsi," beber Raditya melalui keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com, Rabu (17/2/2021).

Raditya menambahkan, warga yang mengungsi dipastikan pihaknya sudah memperoleh pelayanan dari BPBD Nganjuk, mulai dari layanan kesehatan, logistik, hingga didirikannya dapur umum.

Ia menjelaskan, sejak Selasa (16/2/2021) kemarin sekitar pukul 20.19 WIB, BPBD setempat mencatat ada 54 KK atau 186 warga yang terdampak. Menurutnya, tercatat  ada 12 orang meninggal dunia dan 20 luka-luka akibat longsor kala itu.

Raditya menegaskan, seluruh korban luka sudah dirawat ke puskesmas setempat. Disisi lain, Raditya bersama tim SAR gabungan berduyun-duyun mencari 7 korban yang dilaporkan hilang hingga kini.

"Kami (tim SAR gabungan) terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian korban," lanjutnya.

Selama proses pencarian, Raditya memaparkan bahwa tim gabungan juga menerjunkan 5 ekskavator beserta sejumlah alat penunjang pencarian dari Tim SAR dan BPBD Jatim.

Sebelumnya, bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jatim pada Minggu (14/2/2021).

Usai mengetahui informasi itu, sejumlah regu penyelamat gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badan SAR Nasional (Basarnas), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung menuju ke lokasi untuk melakukan proses pencarian terhadap para korban hilang yang diduga masih tertimbun tanah longsor.

Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan di sekitar lokasi bencana dan mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. (Praditya)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar