>

Aerostreet, Sepatu Satu Harga yang Bikin Pening Pesaing

  Minggu, 21 Februari 2021   Budi Cahyono
Pegawai Aerostreet tengah menyelesaikan sablon sepatu di pabriknya yang berlokasi di di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. (Ayojakarta/Budi Cahyono)

KLATEN, AYOJAKARTA.COM – Produsen sepatu lokal Aerostreet menjelma menjadi brand yang diperbincangkan publik, terutama pecinta sepatu lokal di Tanah Air.

Harga yang tak masuk akal, yakni kebijakan satu harga untuk semua jenis sepatu dengan Rp99.900 menjadi daya tarik tersendiri. Sepatu yang memilih markas produksinya di di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah tersebut, kini bersaing dengan brand-brand lokal di Indonesia.

Nama Aerostreet kian melambung di saat pandemi Covid-19 melanda. Mengandalkan penjualan online justru membuat sepatu yang mengusung kampanye tanda pagar (tagar) #LokalTakGentar ini meraih profit.

Aditya Caesarico, owner Aerostreet menjelaskan bagaimana produksi sepatunya bisa dinikmati ke tangan konsumen dengan satu harga, Rp99.900.

Rico, sapaan karibnya mengungkapkan, banyak yang bertanya di komen Instagram atau secara langsung ke perusahaannya, sepatu dengan kualitas sebagus ini dijual Rp99.900. Lalu bagaimana kualitasnya?

AYO BACA : Bisa Dicontoh, Ini Strategi Bisnis Busana Muslim Vallina Outfit yang Bertahan di Tengah Pandemi

“Ya kami memiliki strategi berbeda, yakni 99K semua produk. Artinya Rp99.900 untuk semua model sepatu, tanpa kecuali. Secara kualitas, silakan dicoba sekuat dan sebandel apa sepatu kami,” tuturnya kepada Ayojakarta, Minggu (21/2/2021).

Rahasia Satu Harga

Dia membongkar strategi tersebut. Pertama adanya subsidi silang di antara model sepatu. Misalnya model vulcanized harga produksi Rp75 ribu dengan profit 25 persen, sementara jenis sepatu outdoor Rp115 ribu dengan rugi 15 persen.

“Dalam perhitungan itu, kami masih profit 10 persen kalaupun jumlah produksinya sama. Pada kenyataannya, konsumen sepatu outdoor pasti jauh lebih kecil daripada sepatu kanvas,” tuturnya.

Kedua, Aerostreet memotong jalur distribusi atau Rico mengistilahkan by pass dari pabrik langsung ke konsumen tanpa melewati pihak ketiga. Setiap konsumen membeli online langsung dilayani tim marketing yang berada di pabrik.

AYO BACA : Sepatu #LokalTakGentar, Wujud Aksi Perlawanan terhadap Produk Aspal

“Konsumen sekarang jauh lebih pintar, dengan barang 11:12 sama, tapi harga lebih mahal 3 kali lipat. Kapasitas produksi kami sehari 9.000 pasang. Maka dari itu kami sangat konsentrasi di inovasi produk dan harga,” urainya.

Dengan harga yang bisa dikatakan murah dan terjangkau tersebut, para pesaing sepatu lokal pun dibuat pening kehadiran Aerostreet pada tahun 2020 hingga sekarang.

“Saya simpel saja, Aerostreet bisa dipakai seluruh masyarakat Indonesia karena harga yang terjangkau dan kualitas terjamin,” imbuhnya.

Pada tahun 2021, Rico menegaskan sebagai tahun kolaborasi. Dia menyebut sebagai tahun kolaborasi Aerostreet untuk Indonesia. Sederet pesohor negeri ini bersiap kolaborasi dengan Aerostreet, di antaranya Erix Soekamti.

Bahkan produk sepatu hasil kolaborasi dengan Erix Soekamti sudah diperlihatkan di Instagram Aerostreet pada 29 Januari 2021.

“Tinggal menunggu kapan rilis sepatunya saja. Mulai sekarang sepati kolaborasi tidak hanya bisa dibeli kalangan tertentu saja, melainkan secara umum masyarakat bisa menjangkau sepatu kolaborasi dengan harga tetap sama, Rp99.900,” pungkas Rico.

AYO BACA : Manfaatkan Penjualan Online di Tengah Pandemi, Penjualan Sepatu Aero Melesat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar