>

Pengamat: Gubernur DKI Harus Bangun Waduk dan Batasi Pembangunan di Kemang

  Senin, 22 Februari 2021   Husnul Khatimah
Banjir di Kemang (Republika)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga menilai, Gubernur DKI Jakarta harus segera membuat pelebaran Kali Krukut dan pembangunan waduk baru di Kemang. Hal ini harus dilakukan agar tidak ada lagi luapan air di wilayah Jakarta Selatan.

"Untuk kasus Kali Krukut dan Kemang maka yang harus dilakukan adalah pelebaran Kali Krukut, pembangunan waduk baru di Kemang, memperbesar saluran air serta meninjau dan membatasi izin pembangunan di wilayah Kemang," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (22/2).

Kemudian, ia melanjutkan efisiensi penggunaan lahan ini harus dimaksimalkan. Misalnya, tidak ada lagi izin pembangun rumah yang boros lahan, batasi pembangunan gedung bertingkat, optimalkan pembangunan waduk baru, dan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kemang.

"Hal ini harus segera ditindaklanjuti dengan cepat. Kalau tidak, luapan air akan semakin banyak dan berdampak pada masyarakat juga. Ini bahaya," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut penyebab banjir di Jalan Sudirman, Kemang, Widya Chandra, serta Tendean, diakibatkan luapan Kali Krukut yang tidak mampu menampung debit air dari kawasan hulunya di Depok, Jawa Barat.

Dengan demikian, kata Anies, saat melakukan tinjauan ke kawasan Jalan Sudirman dekat Pintu Air Sudirman Atmaja, Jakarta Pusat, Sabtu (20/2), penambahan debit air bukan dari hujan lokal di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman, melainkan kawasan antara hulu dan Jakarta.

Jadi curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut yang melintang melintasi Jalan Jendral Sudirman, sangat tinggi dengan tercatat 136 mm/hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. “Jadi, saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok," kata Anies.

Sebelumnya, Jalan Raya Kemang, Jakarta Selatan hingga Sabtu (20/2) malam pukul 19.35 WIB masih tergenang banjir dengan ketinggian sekitar satu meter sehingga sebagian jalan tertutup air kurang lebih satu kilometer (km).

Petugas Pintu Air Kemang Raya mencatat saat banjir menggenangi Jalan Raya Kemang ketinggian muka air Kali Krukut mencapai 350 sentimeter atau siaga satu banjir.

Naiknya permukaan air menyebabkan jebolnya tanggul di Kali Krukut. Sehingga, air luapan kali masuk ke saluran penghubung hingga merendam dua unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik yang ada di Rumah Pompa Kemang Raya.

"Ada dua tanggul yang jebol, pertama di belakang Plaza Bisnis, panjangnya tidak termonitor, jebol pukul 02.00 WIB," kata Zaenal, petugas piket Rumah Pompa Kemang Raya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar