Ustadz Abdul Shomad Minta Ditiup Ubun-ubunnya oleh Kiai Sepuh NU, Kenapa Ya?

  Rabu, 24 Februari 2021   Eries Adlin
Ustadz Abdul Shomad mencopot kopiah untuk didoakan oleh KH Agoes Ali Masyhuri, pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo (baju coklat)/ustadzabdulsomad_official

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Ustadz Abdul Shomad baru-baru ini sowan ke kediaman salah satu kiai kharismatik di kalangan Nahdlatul Ulama dan juga berkunjung ke Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, ustadz kondang yang biasa disingkat UAS bertemu antara lain dengan pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri, pengasuh pondok pesantren Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur, dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar.

Ada momen menarik dalam pertemuan UAS dengan kiai sepuh NU seperti diceritakan akun Instagram manajemen ustadz kondang tersebut, ustadzabdulsomad_official, dalam unggahannya kemarin, Selasa 23 Februari.

UAS meminta kiai sepuh NU untuk mendoakan dan meniup ubun-ubun kepalanya seperti tradisi yang dilakukan oleh almarhum ibundanya sejak kecil.  “Saya tidak sholih, berharap pada barokah orang-orang sholih.” Begitu kata UAS seperti ditulis akun Instagram, ustadzabdulsomad_official.

Berikut ini narasi lengkap yang diunggah ustadzabdulsomad_official tentang pertemuan UAS dengan kiai sepuh NU:

Uas dibawa salah seorang sahabat sowan ke kediaman KH. Agoes Ali Masyhuri, sesampainya di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, ternyata Kyai baru saja pergi ke kantor PWNU Jawa Timur.

Akhirnya Uas bersilaturrahim dengan putra-putri Kyai, dialog nyambung, ternyata Gus Muhdlor junior Uas di al-Azhar Mesir. Setelah nyeruput kopi lanang yang disuguhkan shohibul bait, Uas pun mohon izin menuju Airport.

Tiba-tiba handphone sahabat Uas berbunyi, Gus Ali meminta supaya Uas segera ke kantor PWNU, walau lima menit. Adapun urusan lalu lintas dan keberangkatan ke Jakarta, Gus Ali bisa mengatur jam penerbangan, jangan khawatir.

Jadilah Uas ketemu dan bisa silaturrahin dengan para Kyai, diantaranya KH. Marzuqi Mustamar ketua PWNU Jatim dan KH. M Anwar Mansur pengasuh pondok Psantren Lirboyo. Uas sempat salaman, ngalap barokah.

Seperti biasanya, Uas membuka peci dan meminta KH. M Anwar Mansur dan KH. Agoes Ali Masyhuri membacakan doa dan meniup ubun-ubunnya. Tradisi yang diajarkan al-Marhumah ibunda beliau sejak kecil bila bertemu Tuan-tuan Guru. "Saya tidak sholih, berharap pada barokah orang-orang sholih", tutup Uas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar