>

Pemerintah Pangkas Cuti Bersama, Wisata Lembang Makin Terpuruk

  Rabu, 24 Februari 2021   Budi Cahyono
[ilustrasi] Tempat wisata Lembang terdampak pandemi Covid-19. (dok Ayobandung)

LEMBANG, AYOJAKARTA.COM -- Rencana pemerintah memangkas cuti bersama tahun 2021 dari 7 hari menjadi 2 hari makin memupus harapan pelaku wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk dapat bangkit dari keterpurukan.

Mereka juga berdoa agar upaya yang dijalankan pemerintah benar-benar berhasil serta efektif mencegah dan menekan kemunculan kasus Covid-19 yang sudah terjadi setahun terakhir.

Seperti diketahui pemerintah memangkas cuti bersama tahun 2021 dari 7 hari menjadi 2 hari untuk menekan kemunculan kasus Covid-19. Cuti yang masih tersisa yaitu 12 Mei (Idulfiitri) dan 24 Desember (Natal). Keputusan pengurangan cuti bersama dituangkan dalam SKB tiga menteri, yaitu Menag, Menaker, dan Menpan RB.

"Kita pasrah aja, ikut yang terbaik instruksi pemerintah, agar Bangsa Indonesia benar-benar terbebas dari Covid-19 dan kehidupan kembali normal," terang owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC), Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Eko Supriyanto, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, apapun kebijakan pemerintah saat ini harus didukung meskipun bagi pelaku usaha kondisi tersebut tidak menguntungkan. Namun ketika Covid-19 masih tidak berujung pangkal, maka masih ada perasaan was-was dan takut.

Bagi sektor wisata, kondisi itu juga tidak akan mendongkrak kunjungan wisatawan seperti kondisi normal. Makanya lebih baik mengambil sebuah kebijakan yang kurang populis namun ke depan semuanya bisa pulih seperti semula.

"Ibaratnya kita diam atau mundur satu langkah, tapi bisa lompat lima sampai sepuluh langkah," ucapnya berfilosofi.

GM Restoran Kampung Daun Culture Gallery & Cafe, Ari Hermanto menilai, adanya pemangkasan cuti bersama itu pasti akan berdampak kepada orang yang liburan. Seperti pada saat libur Imlek kemarin, karena masih PPKM wisatawan yang datang ke tempatnya masih minim.

"Kita ikut aja aturan pemerintah, selama diizinkan buka, kita buka. Pastinya kebijakan itu dibuat agar pandemi cepat selesai. Kita berdoa saja supaya pandemi berakhir, kehidupan normal, dan roda ekonomi masyarakat pulih," tuturnya. (Tri Junari)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar