>

Brutal! Militer Myanmar Tembaki Demonstran dalam Aksi Damai

  Senin, 01 Maret 2021   Budi Cahyono
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]

MYANMAR, AYOJAKARTA.COM -- Kantor HAM PBB menyebut setidaknya 18 orang tewas dan 30 orang luka-luka dalam aksi damai di Myanmar. Dalam aksi itu, Militer Myanmar menembaki para demonstran. Demikian sebagaimana disadur CNN, Senin (1/3/2021).

Demonstran berkerumun di belakang perisai dan barikade darurat, ketika pasukan melancarkan serangan.

Kelompok aktivis bahkan menyebut jumlah korban lebih tinggi dari yang disebutkan.

Dari gambar yang dibagikan di media sosial, seorang biarawati di Kachin utara dengan tangan terangkat berlutut di tanah dan memohon pada polisi anti huru hara untuk menghentikan aksi kekerasan itu.

Myanmar seperti medan perang, kata Charles Maung Bo, uskup agung Yangon dan kardinal Katolik pertama Myanmar, di Twitter.

Sebelum hari Minggu pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa menggunakan gas air mata, ledakan bom dan granat kejut di kota-kota.

Seorang ahli IT bernama Nyi Nyi Aung Naing tewas di Yangon. Sehari sebelum tewas, ia sempat memposting tentang kekerasan militer di Facebook dengan tagar #How_Many_Dead_Bodies_UN_Need_To_Take_Action.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengutuk kekerasan di negara itu melalui cuitan.

Kami mengutuk kekerasan mengerikan pasukan keamanan Burma terhadap orang-orang Burma & akan terus mempromosikan akuntabilitas bagi mereka yang bertanggung jawab.

Kami berdiri teguh dengan orang-orang yang berani di Burma & mendorong semua negara untuk berbicara dengan satu suara untuk mendukung keinginan mereka, jelas kemenlu yang menyebut Burma, nama lawas Myanmar.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar