>

Gara-gara Sayur, Buku Diet Tya Ariestya Jadi Kontroversi

  Rabu, 03 Maret 2021   Firda Puri Agustine
Aktris Tya Ariestya menjawaB pertanyaan awak media saat ditemui di Kawasan Tandean, Jakarta Selatan, Kamis (16/7). [Suara.com/Alfian Winanto]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Artis Tya Ariestya sukses menurunkan berat badannya pasca melahirkan anak kedua sebanyak 23 kilogram dalam 4 bulan. Kisahnya itu pun ia tuliskan dalam buku menurunkan berat badan berjudul The Journey of #FitTyaAriestya.

Namun, buku diet tersebut justru menuai kontroversi karena beberapa keterangan di dalamnya dianggap tak sesuai gaya hidup sehat. Salah satu yang paling krusial adalah 'tanpa makan sayuran' hingga membuat komentar ahli gizi dan ramai di Twitter.

"Awalnya bingung kenapa beberapa pasien mulai tanya, "Mba, emang sayuran bikin gemuk ya?" respon pertama, terpikir paling tabu budaya biasa pada beberapa orang. Makin lama, tambah banyak pertanyaan serupa. lalu ketemulah salah satu penyebabnya. Yaitu sebuah buku diet yang viral," tulis akun @gizipedia_id dikutip dari twitter, Rabu (3/3/2021).

Akun yang juga menautkan situs pemerintah gizipedia.org di keterangan bio itu memang kerap membahas soal gizi dan kesehatan. Akun tersebut lantas mengulas beberapa isi buku tersebut yang dirasa melenceng dari kaidah gizi, termasuk melewatkan sayuran dalam menu sehari-hari, hanya karena Tya Ariestya tak suka makan sayur.

Dalam cuitannya, akun tersebut mengaku hanya bermaksud meluruskan beberapa pandangan agar masyarakat awam tak salah paham dan meniru tak makan sayur. Termasuk juga tak mengikuti diet yang terlalu ekstrem.

Berikut rangkuman kontroversi buku diet Tya Ariestya:

1. Menyebut sayur sebagai penghambat penurunan berat badan

Diet Tya Ariestya melewatkan sayuran pada menunya hanya karena Tya tak suka makan sayur dan dokternya tak mempermasalahkannya. Dalam kutipan yang dilansir, bahkan Tya menyebut sayuran bisa menghambat penurunan berat badan.

"'Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan BB loh,' speechles," dilansir dari akun @gizipedia_id

Hal ini pun membuat para ahli gizi merasa kecewa karena selama ini masyarakat Indonesia mati-matian diedukasi soal pentingnya serat dan gizi dalam sayuran. Bahkan cara kerja serat pangan yang dijelaskan dalam buku tersebut salah, bahwa sayuran, makanan berserat mengganggu bakteri baik dalam tubuh dan menyebabkan perut kembung.

2. Diet terlalu ekstrem

Secara detail @gizipedia_id menjabarkan kejanggalan yang ada di buku Tya Ariestya. Tertulis bahwa sehari-harinya, Tya Ariestya hanya makan nasi 2 sendok, buah melon dan putih telur dengan tambahan multivitamin dan omega 3. Di mana, total kalori yang dikonsumsi kurang dari 500 kalori.

3. Penjelasan dokter diragukan

Tak hanya isi buku yang dinilai terlalu ekstrem, data dokter yang menganalisis anjuran diet tersebut juga diragukan. Akun @gizipedia_id mengungkapkan jika dokter yang menangani Tya Ariestya bukan dokter gizi melainkan dokter yang bekerja di klinik kecantikan.

4. Testimoni

Karena diet pola ini sudah banyak yang melakukannya, @gizipedia_id semakin menjabarkan seputar diet ala Tya Ariestya. Ahli gizi asli dijelaskan tak akan membutuhkan testimoni keberhasilan diet, namun butuh bukti ilmiah. Testimoni keberhasilan diet disebut merupakan bagian dari strategi marketing.

Cuitan tersebut rupanya menyuarakan beberapa pertanyaan dari warga Twitter. Cara diet Tya Ariestya bahkan disebut membuat kebodohan karena memantang sayuran sebagai menu dan sedikit kalori sehingga membuat susah buang air besar (BAB).

"Punya temen yang kebetulan sahabatnya artis dan lagi jalanin diet artis tsb. Dia udah jalanin diet ini 1 bulan, dia bilang "udah seminggu gak pup dan hal ini bagus karena berarti makanan ysng dia makan terserap dengan maksimal makannya nggak jadi ta*, huft " komentar @shintaastywati sebagai balasan utas tersebut.

"Yasalaaamm dikira dia bayi asi eksklusif, kalo bayi iya ga pup 2 minggu nggak masalah karena ASI keserap, lha kalo lota malah nimbun sampah" @irdaahaha

"Gila bisa-bisanya nggak poop dibilang sehat dan makanan terserap, ini ilmu darimana zzzz," komentar @mantanbucin

"Lagi bayangin nasi ngetawain sayuran, "lo ngerti kan sekarang rasanya jadi gue?ha!" balas dr.Dion Haryadi.

"Makan sedikit kayak gitu apa nggak bikin rambut rontok ya?," komentar @DDiva2020.

Komentar itu kemudian dibalas oleh warganet lain. "Iya kak, rontok, ngga haid, kuku rapuh, kukit kusam, gerd, banyak lah. makannya jauh dibawah BMR rata-rata orang dewasa. Makan 1200 kcal sehari aja masih kurang apalagi meal plan itu mostly 500-800 kcal doank 800 kcal udah dilebihin banyak nasinya sama kecap, tapi banyak yang ngikutin," tulis @aqeirius.

Soal kontroversi tersebut, Tya Ariestya belum memberi tanggapan hingga artikel ini disusun.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar