--> -->

Mendikbud Nadiem: Seluruh Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka Mulai Minggu Ketiga Juli

  Rabu, 03 Maret 2021   Eries Adlin
Mendikbud Nadiem: Seluruh Sekolah Bisa Belajar Tatap Muka Mulai Minggu Ketiga Juli

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menargetkan seluruh sekolah sudah dapat melakukan belajar tatap muka mulai pekan ketiga Juli tahun ajaran 2021/2022.

Target tersebut disampaikan Mendikbud Nadiem dalam dialog virtual dengan tajuk Mendedar Kuota Belajar, Rabu 3 Maret 2021. Pelaksanaan belajar tatap muka pada mingggu ketiga Juli, menurut dia, dengan menerapkan sistem rotasi di mana 50 persen siswa masuk, sisanya belajar secara daring.

“Target kami hingga akhir Juni, vaksinasi Covid-19 terhadap 5 juta pendidik dan tenaga pendidik selesai. Sehingga, pada tahun ajaran baru 20201/2022 atau pada minggu kedua dan minggu ketiga Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka,” ujarnya dalam dialog virtual tersebut.

Sebelumnya, seperti dilansir suara.com, Mendikbud Nadiem Nadiem meminta kepala daerah untuk segera membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan Covid-19.

Nadiem mengatakan hal tersebut dilakukan untuk membiasakan sekolah menjalani kegiatan belajar mengajar dengan normal yang baru, yakni penegakan protokol kesehatan di sekolah dengan ketat.

“Kami mendorong semua daerah untuk segera memulai tatap muka secara terbatas, bahkan kalau cuma satu dua hari seminggu, tapi proses latihan ini luar biasa pentingnya, vaksinasi harapannya akan mengakselerasi proses itu dalam beberapa bulan ke depan ini,” kata Nadiem dalam jumpa pers virtual, Senin (1 Maret 2021) seperti dilansir suara.com.

Menurut dia, dengan membuka sekolah maka anak-anak bisa kembali mengejar materi belajar yang terhambat akibat keterbatasan infrastruktur pembelajaran jarak jauh.

“Mohon bagi daerah-daerah, terutama daerah yang sulit mendapatkan sinyal internet untuk PJJ, tolong sekali para pemerintah daerah segera melakukan tatap muka di daerah-dearah tersebut karena kita tidak mau anak-anak kita lebih tertinggal lagi,” tegasnya.

Keputusan pembelajaran tatap muka di sekolah sudah diserahkan kepada kepala daerah sejak Januari 2021 lalu dengan berbagai protokol kesehatan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang sekolah tatap muka 2021.

Pembelajaran tatap muka di sekolah tetap hanya diperbolehkan untuk sekolah yang telah memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan desinfektan.

Selanjutnya, mampu mengakses fasilitas pelayanan Kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun).

Daftar periksa berikutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri. Terakhir, mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali.

Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol Kesehatan yang ketat terdiri dari kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

Sementara itu, jumlah siswa dalam kelas pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) maksimal 5 peserta didik per kelas dari standar awal 5-8 peserta didik per kelas.

Pendidikan dasar dan pendidikan menengah maksimal 18 peserta didik dari standar awal 28-36 peserta didik/kelas. Pada jenjang PAUD maksimal 5 peserta didik dari standar awal 15 peserta didik/kelas.

Penerapan jadwal pembelajaran, jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar ditentukan oleh masing-masing sekolah sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

KUOTA INTERNET GRATIS

Sebelumnya, Kemdikbud kembali mengucurkan bantuan kuota Internet gratis untuk para siswa, mahasiswa, guru, dan dosen untuk periode Maret sampai Mei.

Meski begitu, Kemdikbud memberikan ketentuan kuota Internet gratis tersebut tidak bisa digunakan untuk mengakes atau buka beragam media sosial yakni TikTok, Facebook, Twitter dan Instagram.

Selain itu, meski menyatakan kuota Internet gratis meruapakan paket akses all network, para penerima tidak bisa membuka situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengabarkan kabar gembira tentang kuota Internet gratis Kemdikbud lewat kanal YouTube kementerian itu pada 1 Maret 2021. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menunjang pembelajaran jarak jauh.

Menurut laman resmi https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/, penerima akan mendapatkan data internet yang terbagi menjadi dua kuota, yakni kuota umum dan kuota belajar. Sementara itu, berikut besaran kuota belajar yang akan didapat selama Maret, April dan Mei 2021

1. Siswa PAUD Mendapatkan data internet 7 GB per bulan.

2. Siswa Pendidikan dasar dan menengah Mendapatkan data internet 10 GB per bulan.

3. Pendidik Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah Mendapatkan data internet 12 GB per bulan.

4. Dosen dan mahasiswa Mendapatkan data internet 15 GB per bulan.

Penerima bantuan kuota internet pendidikan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Peserta Didik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Terdaftar di aplikasi Dapodik. Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga /wali.

2. Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif. Memiliki nomor ponsel aktif.

3. Mahasiswa Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang double degree. Memiliki Kartu Rencana Studi pada semester berjalan. Memiliki nomor ponsel aktif.

4. Dosen Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif pada tahun ajaran 2020/2021. Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP). Memiliki nomor ponsel aktif. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar