>

Ternyata Sering Cuci Tangan Saat Pandemi Bisa Timbulkan Masalah Kulit, Ini Solusinya!

  Kamis, 04 Maret 2021   Husnul Khatimah
Ilustrasi cuci tangan (AyoBandung)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin merupakan salah satu protokol kesehatan yang dianjurkan di masa pandemi Covid-19. Meski bermanfaat, sering mencuci tangan juga bisa memunculkan masalah pada kulit tangan.

"Orang-orang yang belum pernah mengalami masalah sebelumnya mencuci tangan terlalu sering sehingga mereka mengalami dermatitis tangan iritan (eksim tangan)," jelas Presiden british Association of Dermatologists Dr Tanya Bleiker, seperti dilansir The Guardian, Selasa (26/2).

Mencuci tangan terlalu sering dapat memecah barrier kulit normal. Akibatnya, kulit tangan bisa menajdi kering dan gatal. Bila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja tanpa pengaplikasian pelembap, kulit tangan bisa menjadi kering, gatal, mengalami inflamasi, dan seringkali menjadi pecah

Bila kulit tangan sampai terasa nyeri atau pecah, konsultasi dengan dokter mungkin akan diperlukan. Dokter nantinya dapat memberikan obat topikal seperti krim steroid.

"(Pemberian krim) untuk meredakan inflamasi," jelas Dr Bleiker.

Terlepas dari risiko-risiko tersebut, mencuci tangan tetap penting untuk dilakukan di masa pandemi Covid-19. Alasannya, kebiasaan mencuci tangan dapat menekan penyebaran Covid-19. Selain itu, risiko-risiko masalah kulit yang mungkin terjadi juga bisa diantisipasi dengan perawatan kulit tangan yang benar.

Ada enam kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah agar kebiasaan mencuci tangan tidak memunculkan masalah. Berikut ini adalah keenam kiat tersebut.

1. Hindari Air Panas

Saat mencuci tangan, sebaiknya hindari air bersuhu tinggi. Mencuci tangan dengan air panas lebih berisiko menyebabkan iritasi pada kulit. Akan lebih baik bila mencuci tangan menggunakan air dengan suhu suam kuku.

2. Keringkan dengan Menyeluruh

Seusai mencuci tangan, hindari kebiasaan mencuci tangan dengan menggosokkan tangan ke handuk. Cara ini seringkali menyebabkan kulit teriritasi. Bila ingin mengeringkan tangan yang basah setelah dicuci, cukup tepuk-tepukkan saja tangan ke handuk.

Pengguna cincin juga perlu memastikan bahwa area di bawah cincin benar-benar kering setelah cuci tangan. Bila memungkinkan, cincin sebaiknya dilepaskan terlebih dahulu sebelum mencuci tangan.

3. Jangan Hanya Andalkan Sabun

Ada dua produk yang sebaiknya disediakan di rumah untuk keperluan mencuci tangan. Kedua produk tersebut adalah sabun dan pengganti sabun seperti aqueous cream.

Sabun bisa digunakan untuk mencuci tangan ketika seseorang baru datang dari luar rumah. Penggunaan sabun dapat membantu membunuh partikel-partikel virus yang mungkin menempel di tangan.

Bila tidak sedang beraktivitas di luar rumah, gunakan pengganti sabun untuk mencuci tangan. Akan tetapi, pengganti sabun hanya dapat digunakan bila tidak ada risiko penularan Covid-19 di dalam rumah.

"Cara ini untuk meminimalkan jumlah paparan deterjen pada (tangan) Anda," ungkap Bleiker.

4. Melembabkan Tangan

Penting untuk mengaplikasikan pelembap secara rutin agar kondisi kulit tetap terjaga baik. Orang-orang dengan tangan yang mengalami iritasi perlu menghindari krim pelembap yang mengandung pewangi.

Pemilik kulit tangan yang sangat kering dan pecah sebaiknya memilih produk pelembap yang lebih berminyak. Produk seperti ini bekerja lebih baik dalam menghindrasi dan mengunci kelembapan di kulit.

Akan tetapi, menggunakan krim pelembap yang berminyak terkadang menyebabkan krim menempel di mana-mana. Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan sarung tangan katun setelah mengaplikasikan pelembap. Cara ini cocok dilakukan, khususnya di malam hari selama tidur.

Bila tidak ada masalah pada kulit, gunakan pelembap yang biasa digunakan sehari-hari. Akan tetapi, krim pelembap yang terlalu berat atau berminyak mungkin sebaiknya dihindari karena dapat memunculkan perasaan tidak nyaman pada sebagian orang.

Pelembap sebaiknya diaplikasikan setiap kali selesai mencuci tangan. Selain itu, pelembap juga bisa diaplikasikan ketika kulit tangan terasa kering. Agar tidak lupa, sediakan krim pelembap di tempat-tempat yang mudah dijangkau, seperti di kamar mandi, di dalam tas, dan di mobil.

5. Pijatan Tangan

Setiap kali mengaplikasikan pelembap, luangkan sedikit waktu untuk memberikan pijatan lembut pada kedua tangan. Pijatan ini tak perlu diberikan terlalu lama, sekitar 30 detik pun sudah cukup.

Pijatan yang dilakukan bisa berupa pijatan melingkar dengan menggunakan ibu jari pada buku-buku jari, lalu berikan sedikit gerakan menjepit di antara setiap sendi tangan. Ulangi gerakan-gerakan ini sekitar tiga kali.

"Buat pijatan memutar di sekitar alas kuku dan kutikula," papar ahli perawatan kulit dari Weleda yaitu Elizabeth King.

Setelah itu, perluas area pijatan ke telapak tangan dan pergelangan tangan. Lanjutkan dengan peregangan tangan yang dilakukan dengan cara mengepalkan tangan lalu membuka tangan dan meluruskan jari-jari.

"Bila pijatan bisa dilakukan sampai siku, itu akan lebih bagus, tetapi (memijat) sampai pergelangan sudah cukup," pungkas King.

6. Gunakan Sarung Tangan

Penggunaan sarung tangan saat beraktivitas juga dapat mengurangi paparan deterjen pada tangan. Sarung tangan yang dapat digunakan bisa berupa sarung tangan jenis nitrile atau sarung tangan karet untuk rumah tangga.

Akan tetapi, keringat yang menumpuk di dalam sarung tangan tersebut juga bisa memicu iritasi. Untuk menghindari iritasi, gunakan satu lapis sarung tangan berbahan katun sebelum menggunakan sarung tangan berbahan karet.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar