>

Dua Orang Ancam Serang Masjid Selandia Baru yang Jadi Lokasi Penembakan Massal

  Jumat, 05 Maret 2021   Husnul Khatimah
Masjid di Crhistchurh (EPA)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kepolisian Selandia Baru mengatakan mereka menangkap dua orang yang mengancam akan menyerang dua masjid di Christchurch. Dua masjid tersebut menjadi lokasi penembakan massal terburuk dalam sejarah Negeri Kiwi yang terjadi pada 2019.

Polisi mengatakan pekan lalu dua orang itu mengancam akan menyerang masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre. Di dua masjid tersebut 51 Muslim tewas ditembak seorang ekstremis sayap kanan dari Australia.

Polisi tidak menerangkan jenis ancaman yang disampaikan di internet itu dan tidak menyebutkan nama para pelakunya. Polisi juga belum mengajukan dakwaan apa pun.

"Setiap pesan kebencian atau orang yang ingin melukai komunitas kami tidak akan ditoleransi, ini cara Kiwi," kata Komandan Distrik Canterbury, Inspektur John Price dalam pernyataannya, Kamis (4/3).

Pihak berwenang Selandia Baru memperketat keamanan menjelang peringatan dua tahun penembakan massal yang terjadi pada 15 Maret 2019 itu. Brenton Tarrant menyiarkan pembantaian puluhan jamaah dua masjid di Christchurch di media sosial Facebook.

Pada Agustus lalu, pengadilan memvonisnya hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Pertama kalinya Selandia Baru memenjarakan seseorang seumur hidup.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar