>

Evaluasi Swiss Open 2021: Sektor Ganda Putra Dinilai Punya Prestasi Baik hingga ‘Paksaan’ untuk Hafiz/Gloria

  Kamis, 11 Maret 2021   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, membeberkan evaluasi dari seluruh sektor bulu tangkis Indonesia pada turnamen Swiss Open 2021 yang diadakan pada 2-7 Maret. Terdapat empat sektor yang diikuti oleh pemain-pemain Indonesia, kecuali ganda putri yang harus absen karena masalah performa.

Kendati tidak ada yang juara, Rionny mengatakan sektor ganda putra yang dinilai paling berprestasi. Pasalnya, pemain-pemain junior yang baru saja diturunkan ke level senior terus menunjukkan taringnya.

Mereka adalah pasangan muda yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Dari ketiga pasang ganda putra tersebut, hanya Leo/Daniel yang melaju hingga babak quartelfinal Swiss Open 2021. Pada babak tersebut, mereka takluk dari unggulan satu asal Malaysia, Soh Wooi Yik/Aaron Chia dengan rubber set 18-21, 21-9, dan 16-21.

“Untuk yang muda-muda jam terbang harus diperbanyak. Ganda putra sudah bagus sekali karena yang di 8 besar itu kan lawan-lawannya udah selevel Kevin/Marcus. Tapi pemain kita sudah bisa rubber dan hampir menang. Jadi itu udah satu prestasi yang bagus,” jelas On, panggilan akrab Rionny dalam obrolannya bersama media, Kamis (11/3/2021).

Dia menuturkan pemain muda dari sektor ganda putra harus disiapkan lebih matang lagi. Rionny meyakini tiga pemain tersebut sudah cukup untuk berain di level atas turnamen super 500 hingga 1.000.

Sektor lainnya juga turut menjadi perhatian Rionny, seperti ganda campuran. Pasangan Hafiz Faizal/Gloria Immanuel yang menjadi wakil Indonesia satu-satunya harus menelan kekalahan di babak pertama.

Padahal, diturunkannya Hafiz/Gloria di turnamen Swiss Open 2021 untuk mengejar poin olimpiade yang berada ketat dengan pesaing di bawahnya. Namun sangat disayangkan, mereka gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Kita harus cari tahu mungkin dari disiplinnya atau darimana kita perlu tahu. Tapi dengan tegas, mereka (Hafiz/Gloria) harus mengejar poin. Tidak bisa seperti ini lagi,” tegas Rionny.

Pebulutangksi tunggal putrid, Ruselli, juga mendapatkan bahan evaluasi yakni terkait faktor non-teknis. Bahkan, Rionny secara gamblang menyebut performa Ruselli di Swiss Open sangat mengecewakan.

“Saya mau cek ulang lagi ke anaknya dan bilang ‘kamu gak bisa naik (performa) kalau seperti ini’. Kalau non-teknis tidak bagus, otomatis mental drop,” katanya.

Sektor terakhir yang divaluasi Rionny yaitu tunggal putra. Shesar Hiren Rhustavito menjadi wakil satu-satunya kala bermain di Swiss.

“Kata pelatihnya untuk pola permainan dia bisa tahan. Jadi sudah bisa untuk turnamen selanjutnya agar lebih fokus, teknik bermain, dan lain-lain,” pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar