Pasien Covid-19 yang Sembuh Capai 87,5% (Sabtu 13 Maret 2021)

  Minggu, 14 Maret 2021   Eries Adlin
RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran DKI Jakarta (ilustrasi)/republika

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Perkembangan pasien sembuh per Sabtu 13 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,2 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.237.470 orang dengan persentasenya di angka 87,5%.

Angka kesembuhan kumulatif ini, seperti dilansir laman resmi penangan Covid-19 nasional, covid19.go.id, meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.016 orang.

Terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Di antaranya DKI Jakarta menambahkan 1.826 orang dan kumulatifnya yang tertinggi mencapai 345.126 orang, Jawa Barat menambahkan 1.591 orang dan kumulatifnya 195.407 orang.

Selanjutnya, Jawa Timur menambahkan 395 orang dan kumulatifnya 122.452 orang, Kalimantan Selatan menambahkan 259 orang dan kumulatifnya 24.420 orang serta Jawa Tengah menambahkan 257 orang dan kumulatifnya 113.895 orang.

Lalu, pada perkembangan program vaksinasi Covid-19 per hari ini jumlah penerimanya meningkat menjadi 3.985.596 orang. Peningkatan ini dengan adanya tambahan penerima vaksin harian sebanyak 216.422 orang.

Sementara itu, yang menerima vaksinasi kedua jumlahnya meningkat menjadi 1.454.836 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berjumlah 40.349.051 orang dan dari jumlah tersebut terdapat sasaran vaksinasi Tenaga Kesehatan sebanyak 1.468.764 orang.

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per Sabtu kemarin, berkurang sebanyak 1.509 kasus dan jumlah totalnya menurun menjadi 138.492 kasus dengan persentasenya menjadi 9,8%.

Meski demikian pasien terkonfirmasi positif melalui metode pemeriksaan RT-PCR/TCM dan rapid antigen, hari ini bertambah sebanyak 4.607 kasus. Dengan jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini, mencapai 1.414.741 kasus.

Pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni DKI Jakarta menambahkan 1.034 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 358.776 kasus, Jawa Barat menambahkan 952 kasus dan kumulatifnya 230.559 kasus.

Lantas, Jawa Timur menambahkan 346 kasus dan kumulatifnya 134.317 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 264 dan kumulatifnya 59.645 serta  Banten menambahkan 247 kasus dan kumulatifnya 31.826 kasus.

Untuk pasien meninggal juga bertambah sebanyak 100 kasus dan kumulatifnya mencapai 38.329 kasus atau persentasenya di angka 2,7% dari pasien terkonfirmasi positif. Terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian di antaranya DKI Jakarta menambahkan 30 kasus dan kumulatifnya 6.024 kasus.

Kemudian, Jawa Timur menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya yang tertinggi sejumlah 9.451 kasus, Nusa Tenggara Timur menambahkan 7 kasus dan kumulatifnya 299 kasus, Bali menambahkan 5 kasus dan kumulatifnya 1.013 kasus serta Jawa Tengah menambahkan 4 kasus dan kumulatifnya 2.714 kasus.

Selain itu, dari hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, spesimen selesai diperiksa RT-PCR/TCM dan rapid antigen per hari sebanyak 76.914 spesimen dan kumulatifnya 11.558.221 spesimen. Sementara jumlah kumulatif spesimen positif sebanyak 2.373.408 spesimen.

Jumlah kumulatif spesimen negatif sebanyak 7.529.092 spesimen. Jumlah spesimen invalid dan inkonklusiv per hari 240 spesimen. Dan pada positivity rate spesimen harian 17,35%. Dan positivity rate spesimen mingguan (28 Feb - 6 Mar 2021) sebesar 19,27%.

Untuk jumlah orang yang diperiksa sampai dengan Sabtu 13 Maret ada 50.156 orang dan kumulatifnya 7.711.589 orang. Dan positivity rate orang harian 9,19% dan positivity rate orang mingguan 12,86%.

Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 6.296.848 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 50.156 orang. Sementara jumlah suspek tercatat ada 61.103 kasus. Sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar