>

Panic Buying Awal Pandemi, 3 Pria Bersenjata Curi Ratusan Tisu Toilet di Hong Kong

  Senin, 15 Maret 2021   Budi Cahyono
[ilustrasi] Tiga pria bersenjata di Hong Kong mencuri ratusan gulung tisu toilet saat awal pandemi Covid-19. (dok)

HONG KONG, AYOJAKARTA.COM – Tiga pria harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diketahui mencuri ratusan tisu toilet. Mereka mendekam dalam penjara selama lebih dari tiga tahun setelah tertangkap polisi.

Menyadur Straits Times, Senin (15/3/2021) tiga orang bersenjatakan pisau mencuri ratusan tisu toilet pada Februari tahun lalu ketika awal pandemi Covid-19.

Ketiganya masing-masing dijatuhi hukuman 40 bulan penjara atas perampokan sekitar 600 gulungan toilet dan mereka dibekali senjata, surat kabar Mingpao melaporkan.

Tisu toilet menjadi barang populer di Hong Kong yang menjadi buruan warga ketika virus corona pertama kali menyebar dari Tiongkok dan menghantam pusat keuangan.

Panic buying terjadi, banyak rak-rak di supermarket berisi banyak kebutuhan rumah tangga serta makanan pokok kosong diserbu warga.

Supermarket tidak dapat mengisi kembali dengan cukup cepat, yang terkadang menyebabkan antrean panjang di seluruh kota.

Ada juga beredar foto yang menunjukkan beberapa orang dengan bangga mengisi apartemen kota mereka yang sempit dengan ratusan paket tisu toilet.

Ketiga pria tersebut mengaku menggunakan pisau untuk mengancam supir pengiriman tisu di distrik kelas pekerja Mongkok yang akan dikirimkan ke supermarket besar.

Mereka membawa 50 bungkus tisu toilet senilai sekitar 1.700 dolar Hong Kong (Rp 3,1 juta) tetapi keberadaan mereka segera terlacak oleh polisi.

Mingpao melaporkan bahwa ketiga pria itu mengaku melakukan perampokan, meminta maaf kepada sopir pengiriman dan membayar tisu toilet yang mereka bawa.

Surat kabar itu mengutip hakim pengadilan yang mengatakan kejahatan itu telah direncanakan sebelumnya dan pantas mendapatkan hukuman tahanan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar