>

4.396 Kasus Baru, Total Covid-19 di Indonesia Capai 1.460.185 Kasus (Update 21 Maret 2021)

  Minggu, 21 Maret 2021   Aini Tartinia
[ilustrasi] Update Covid-19 Indonesia

TEBET, AYOJAKARTA.COM --  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan penambahan sebanyak 4.396 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, Minggu (21/3/2021). Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.460.184 kasus.

Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 14.518 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel 70.026.

Penambahan hari ini menjadikan total sebanyak 129.844 kasus aktif dengan pengurangan 1.772 kasus dari hari kemarin, lalu 1.290.796 total kasus sembuh dengan penambahan 6.065 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 39.550 angka meninggal dunia dengan penambahan 103 kasus meninggal.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

15 Maret: 5.589 kasus

16 Maret: 5.414 kasus

17 Maret: 6.825 kasus

18 Maret: 6.570 kasus

19 Maret: 6.279 kasus

20 Maret: 5.656 kasus

21 Maret: 4.396 kasus

Diketahui, pemerintah pusat kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro selama dua pekan dari 23 Maret sampai 5 April 2021.

Selain itu, cukupan penerapan PPKM mikro juga diperluas ke beberapa daerah.

Hal itu dilakukan setelah pelaksanaan di 10 daerah dianggap berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengumumkan PPKM Mikro akan diperluas di 5 daerah sehingga total menjadi 15 daerah yang menerapkan PPKM mikro.

"Pemerintah menambah tambahan 5 daerah yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat," kata Airlangga dalam jumpa pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Sebelumnya PPKM mikro hanya diterapkan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali, lalu diperluas ke Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu menjelaskan keputusan ini diambil karena jumlah kasus aktif dan kasus kematian konsisten menurun, serta kasus kesembuhan meningkat dalam satu bulan terakhir.

"Dengan PPKM ini di 10 provinsi ini berhasil mengerem penambahan kasus aktif hampir seluruh chartnya itu menurun," ucapnya.

Airlangga meminta seluruh kepala daerah untuk mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

"Gubernur yang wilayahnya ditetapkan sebagai wilayah PPKM mikro agar dapat menindaklanjuti instruksi mendagri dengan menerbitkan surat edaran atau instruksi gubernur tentang PPKM Mikro di wilayah masing-masing," tutup Airlangga.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar