>

Lapor Polisi Jadi Korban Diduga Investasi Bodong, 200-an Orang Merugi Rp30 Miliar

  Sabtu, 03 April 2021   Fichri Hakiim
Caption: Para korban yang melaporkan kasus dugaan investasi bodong ke Polres Jakarta Selatan. (Ayojakarta.com/Fichrihakiim).

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM -- Kasus dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan oleh PT. Baracca Far Ocean. Dalam kasus dugaan investasi bodong ini, ada sekitar 200 orang yang menjadi korban dan ditaksir kerugian korban mencapai Rp30 miliar.

Salah satu korban Lidia (63) mengatakan, ia menggunakan uang pensiun miliknya untuk menginvestasikan ke PT. Baracca Far Ocean.

"Dulu saya perawat di rumah sakit di Bandung. Itu uang pensiun untuk makan di hari tua, tapi dimakan sama dia. Awalnya dia bilang setahun, tapi ga ada hasil juga, saya baru mengikuti (investasi) tiga bulan langsung saya tutup," ujarnya di Polres Jakarta Selatan, Sabtu (3/4/2021).

Lidia bercerita, ia mengetahui program investasi tersebut dari temannya. Investasi tersebut menawarkan beberapa produk infrastruktur di antaranya kayu rotan, semen dan lainnya.

"Saya tahu dari temen, jadi temen bawa saya untuk mendengar presentasi kantornya. Ya dari hasilnya meyakinkan, dia ceritanya juga katanya usaha rotan lah, usaha semen lah, usaha daging lah, dijamin ga ada rugi, karena dia bilang, dia yang menanggung semua, dia hanya kasih kami keuntungan dan bagi keuntungan," jelasnya. 

Tak lama kemudian, ternyata teman Lidia yang mengajaknya untuk berinvestasi memiliki nasib yang sama, yaitu menjadi korban. 

"Temen jadi korban juga, dia masuk juga ikut-ikutan sama seperti itu. Saya ga curiga ke pemilik perusahaan kalau ini investasi bodong, karena waktu pesta di hotel dia kaya raja aja. Kaya orang kaya banget lah. Gak taunya penipu gitu," tuturnya.

Karena tak ada kejelasan soal uang investasinya, akhirnya para korban melaporkan CEO PT. Barraca, Frid Razalee alias Frid Rizaldy ke petugas kepolisian. Laporan yang dilayangkan para korban telah diterima Polres Jakarta Selatan dan telah teregistrasi dengan nomor LP/86/I/2021/RJS.

Selain melaporkan ke Polres Jakarta Selatan, ada juga korban yang melaporkan kasus ini ke Polres Depok. Laporan ini juga sudah diterima pada Maret 2020 lalu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar